Site icon Berita Kota Makassar

Takalar Menuju Swasembada Garam

Area pegaraman rakyat di dusun mondung, desa dasuk, kecamatan pademawu pamekasan madura. Terlihat petani garam sedang memanen garamnya yang ke enam kalinya dalam musim tahun 2014 ini, setiap kali panen di lahan seluas satu hektar memperoleh sekitar kurang lebih 7 ton garam. Jika cuaca mendukung, dalam 1 bulan bisa 2 kali panen, menurut pak eko (31) yang sedang mengais garam dengan alat “sorkot” / pengais, pak eko juga dibantu rekannya sesama buruh pengais garam pak johan (35), mereka dibayar 30 ribu rupiah per sekali borongan dalam 1 hektar lahan garam yang dipanen. Harga garam akhir-akhir ini turun dari Rp500.000,- menjadi Rp 450.000,- “menurut pak johan”.

TAKALAR, BKM — Sebagai daerah yang memiliki potensi garam cukup menjanjikan, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar. Apalagi, potensi ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.
Melihat potensi tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar kembali menggerakkan Program Usaha Garam Rakyat (Pugar). Kegiatan tersebut ditempuh sebagai bentuk dan upaya menuju swasembada garam ditahun 2020.
”Menuju swasembada garam ditahun 2020 mendatang, lahan yang telah dipersiapkan untuk pengelolaan garam seluas 105,27 hektare. Ditahun 2017 lalu, produksi garam mencapai 13.934,54 hektare dengan stok garam sebanyak 142,31 Ton,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Misbah ST, Rabu (31/1).
Sosialisasi Pugar berlangsung di gedung PKK Takalar, dihadiri 74 anggota kelompok aktif. Sosialisasi ini dibuka Wakil Bupati Takalar, H Achmad Se’ re. Dihadapan para anggota kelompok Pugar, wakil bupati menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dimana, kegiatan ini merupakan salah satu pintu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya masyarakat petani garam,” kata H Achmad Se’re.
Dalam rangka mencapai swasembada garam, DKP selain telah menyediakan lahan pengolahan, juga telah menyediakan sarana dan prasarana. Di antaranya 8 unit gudang garam, jalan produksi 4 paket, mesin air 4 buah, kincir angin 20 buah, pemadat tanah 60 buah, jembatan penyeberangan 3 paket, geomembran 730 rol dan irigasi tambak 1 paket.
Diketahui, program usaha garam rakyat ini dilaksanakan di tujuh desa yang tersebar di dua kecamatan, masing-masing Kecamatan Mappakasunggu dan Kecamatan Mangngarabombang. (ira/mir/c)

Exit mobile version