Site icon Berita Kota Makassar

Alhamdulillah Dengan Mengeruk Selokan Saya Bisa Menafkahi Keluargaku

ALAT pengeruk sedimen, sekop dan karung berserakan di pinggir jalan bersama gundukan tanah hasil pengerukan. Pembersihan drainase tiap hari dilakoni para satuan tugas (Satgas) Drainase Pemerintah Kota Makassar. Mereka salah satunya, Zulkarnain.

Laporan: NUGROHO

Bahkan Sesekali, Zulkarnain bersama teman-temannya menggunakan kedua tangannya bahkan harus menyelam mengangkat sedimen didalam gorong-gorong yang sulit diangkut oleh eskavator.
Musim hujan kerap menjadi masalah tersendiri di Kota Makassar. Banjir telah menjadi bencana yang seakan sulit diatasi dari tahun ke tahun. Drainase menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan ini semua terjadi.
Banyaknya material yang menumpuk di dalam drainase menyebabkan aliran air sulit mengalir. Oleh karena itu. air yang sehausnya mengalir dengan lancar, malah keluar ke jalanan dan menyebabkan banjir.
Penulis yang bertemu dengan Zulkarnain di sudut Jalan Hertasning, Makassar, tampak sedikit berbau. Baju kuning dan celana pendek terkena lumpur selokan yang mengeluarkan bau tak sedap. Ia bersama beberapa rekannya terlihat sedang sibuk mengeruk saluran selokan di pinggir jalan tersebut.
Terlihat ia membongkar satu persatu beton yang menutup drainase itu. Sedikit demi sedikit terlihat ia menggali dan mengeluarkan berbagai material yang ada di selokan itu. Keringatnya terlihat sedikit mengalir di sekitar wajahnya. Sesekali ia mengusap keringat itu, dan kembali menggali.
Walaupun sedang bekerja, namun dengan ramahnya Zulkarnain tak sungkan sembari berbincang dengan penulis. Pria yang kerap memakai topi bundar ini dengan lugas menjawab semua pertanyaan walaupun dikelilingi oleh tumpukan tanggul selokan yang penuh dengan lumpur.
Ia adalah warga Kabupaten Gowa, tepatnya bertempat tinggal di Taeng, Gowa. Sudah sekitar empat tahun ia bekerja sebagai Satgas Drainase di Kota Makassar. Selama itu pula, ia bekerja tiap hari mulai pukul 08.00 sampai 16.00 sore.
Walaupun hanya sebagai seorang ‘pembersih selokan’, namun ternyata Zulkarnain amat menikmatinya. Dengan pekerjaannya kini, ia bisa menafkahi keluarganya serta bisa pula menyekolahkan anak-anaknya.
Zulkarnain mengatakan jika dulunya ia adalah seorang buruh bangunan. Seorang buruh bangunan yang kerjaannya tak menentu. Makanya, pria asli Makassar kelahiran 42 tahun silam ini pun merasa sangat bersyukur dengan pekerjaannya kini walaupun hanya sebagai pekerja drainase.
“Dulu waktu saya jadi tukang bangunan, kadang saya kerja, kadang juga tidak, pokoknya memang ndak menentu. Kadang itu bulan ini ki kerja, tiga bulan kedepan pi lagi baru ada kerjaanku. Jadi kasian istriku susah k nafkahi. Nah selama ini ku kerja, ada-ada lah sedikit perubahan. Setidaknya tiap bulan ada gajiku,” jelas Zulkarnain.
Namun Zulkarnain enggan menyebut nominal gajinya selama ini. Ia hanya mengatakan jika pendapatannya kini lebih besar dibanding dulu ketika ia masih menjadi seorang buruh bangunan. “Gaji bangunan itu tidak tentu, sekarang tentu mi. Biasa juga Alhamdulillah ada mi lebih-lebihnya. Mencukupi mi juga biasa apa yang mau saya beli,” tambah Zulkarnain sambil mengeruk selokan.
Saat ini, Zulkarnain sendiri telah memiliki istri bernama Ariska. Anaknya dua, semuanya masih sekolah. Anak pertamnya kelas 6 SD, sedangkan anak keduanya masih kelas 2 SD. Mereka ini lah yang setiap hari menikmati hasil keringat Zulkarnain dari mengeruk selokan.(nug/war/b)

Exit mobile version