Site icon Berita Kota Makassar

Cetak Rekor MuRI Bersama Saka Wana Bakti

BANYAK keuntungan yang diperoleh M Tamzil selama bergabung dalam organisasi Pramuka. Selain pembentukan karakter yang positif, ia juga memperluas jaringan pertemanan.

REPORTER: RAHMAWATI AMRI

CUKUP banyak orang penting yang lahir dan tergabung dalam organisasi kepanduan ini. Termasuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang sekarang tercatat sebagai pembina Pramuka di Sulawesi Selatan.
Melalui kepramukaan, Tamzil bisa mengembangkan diri dan bersikap positif serta tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Pramuka itu bisa menempa seseorang menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Kita diajarkan untuk mampu menghadapi berbagai persoalan dengan baik,” ujarnya.
Dia menekankan, dirinya mencintai dunia kepramukaan bukan karena ingin kejar prestasi atau mau dipuji orang. Melainkan murni sebagai panggilan jiwa.
Karena perhatiannya terhadap dunia kepramukaan yang cukup besar, Tamsil diberi kepercayaan menjadi pengurus di beberapa posisi. Diantaranya sebagai pembina pramuka, andalan pramuka, staf kwartir daerah, korps pelatih pramuka, pamong saka pramuka, dan majelis pembimbing daerah.
Di kekinian, dia juga dipercaya mengomandoi Saka Wanabakti. Ini merupakan Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup.
Dia juga beberapa kali dipercaya membawa rombongan pramuka Sulsel ke berbagai even tingkat nasional, seperti Raimuna dan Jambore Nasional. Baginya, Pramuka adalah pengabdian tiada batas.
“Sepanjang masih kuat dan sehat, saya tetap akan bergelut di pramukan,” janji Tamzil.
Banyak pengalaman berkesan yang dirasakan selama menjadi anggota pramuka. Pun hingga saat ini, ketika dirinya sudah menjabat sebagai kepala Dinas Kehutanan. Pramuka banyak mendukung tugas-tugasnya.
Bersama Saka Wana Bakti, dia memimpin penanaman pohon di sejumlah daerah aliran sungai. Yang cukup spektakuler dan baru saja dilaksanakan adalah mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI) membuat pohon Natal tertinggi di Indonesia, bahkan dunia, yang bahan dasarnya dari bambu.
Pohon Natal setinggi 45 meter dari bambu yang dibuat ratusan anggota Saka Wana Bakti. Kegiatan ini sebagai rangkaian acara Lovely December akhir tahun 2017 di Kabupaten Tana Toraja.
Pohon Natal dari bambu ini resmi dibukukan MuRI sebagai yang tertinggi di seluruh dunia.
Pohon ini disusun dari 787 batang bambu yang disuplai dari setiap kecamatan yang ada di Tana Toraja. Dihiasi 54 ribu lampu warna warni.
Untuk merangkai bambu-bambu tersebut menjadi pohon Natal yang tinggi, digunakan 20.100 meter tali nilon dan 800 meter kawat baja.
Rekor MuRI diserahkan Senior Manager MuRI, Yusuf Ngadri kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai pegagas Lovely Desember, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Tamzil sebagai pelaksana dan Bupati Toraja Utara Nicodemus Biringkanae sebagai penyelenggara.
Pohon ini memecahkan rekor pohon Natal sebelumnya yang berada di Central Park Jakarta dengan ketinggian 30,3 meter. (*/rus)

Exit mobile version