MAKALE, BKM–Puluhan keluarga korban pencabulan siswi berinisial “LA” (14) warga Rante Lemo Kecamatan Makale Utara, Jumat (2/2) melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Tana Toraja.
Perdi Tandungan selaku Koordinator aksi sekaligus orator, mendesak penegakan hukum agar memberikan hukum yang setimpal kepada ketiga tersangka yakni PR (20), YDB (21) dan MH (18).
Pasalnya pasca 12 hari kejadian, korban masih trauma, bahkan ketakutan melihat seragam sekolah dan angkot. Demikian pula saat diajak bicara korban tidak mau, bahkan sering melamun.
Lanjut Perdy, ketiga tersangka bukan warga Toraja dan diminta agar sesama warganya berprofesi sopir angkot, sementara waktu jangan beraktivitas.
Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, menerima pendemo didampingi sejumlah anggota DPRD.
Dijelaskan Victor, kasus pencabulan dan kekerasan anak serta perempuan trennya tinggi di Toraja, kiranya menjadi periotritas dan utama diselesaikan pihak Polres.
Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P.Sirait, usai dampingi Seto Mulyadi mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pelaku pencabulan dan kekeasan anak. (agus)