GOWA, BKM — Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga meminta dengan tegas agar seluruh kapolsek yang wilayahnya kerap menjadi target operasi ilegal mining atau tambang liar agar tidak mentolerir usaha tanpa perizinan resmi pemerintah. Penegasan ini dilontarkan Shinto sebagai bukti komitmen institusinya sebagai bagian dari tim PeTI (Penertiban Tambang tanpa Izin) yang dibentuk Pemkab Gowa.
Kepada media, Sabtu (3/2) malam, Kapolres Shinto memerintahkan dengan tegas kepada para kapolsek.
“Jangan lagi tolerir tambang-tambang ilegal di wilayahnya atau pura-pura tidak tahu tentang adanya tambang ilegal tersebut. Adanya demo warga baik ke TKP tambang maupun ke aparatur daerah menjadi indikator bahwa Polsek masih apatis dan pura-pura tidak tahu adanya tambang ilegal di wilayahnya. Karena itu para kapolsek wajib melibatkan masyarakat untuk melakukan aksi bersama-sama dalam pencegahan maupun penindakan tambang-tambang ilegal sehingga ada efek cegah (detterence effect) yang lebih konstruktif. Dan ingat, jangan berani terima uang atau pemberian apa pun dari penambang ilegal karena itu sama saja merusak citra institusi,” tandas Shinto.
Sebagai indikasi penegakan sanksi bagi kapolsek pelanggar komitmen maka Kapolres Shinto pun menegaskan akan menyorong masalah tersebut ke Propam Polres.
“Jika masih terdapat tambang ilegal di wilayahnya, maka kapolsek akan diperiksa oleh Propam Polres untuk penegakan hukum internal,” tandas Shinto lagi. (saribulan)
Kapolres Gowa Perintah Tindak Tegas Ilegal Mining
