SINJAI, BKM — Petan di Kabupaten Sinjai terancam gagal panen akibat air irigasi tak berfungsi dengan baik. Curah hujan yang masih tergolong sedang makin menambah sengsara ratusan petani.
Kurang lebih 100 hektar lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Timur terancam gagal panen. Saluran irigasi Kalamisu yang terletak diperbatasan Sinjai Timur dan Tengah Rusak parah. Akibatnya lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Timur tak lagi dialiri air.
Satu-satunya harapan petani untuk menyelamatkan tanaman padi itu mencari air dari sumber-sumber tampungan alam seperti sumur dan rawa.
Salah seorang petani M Jufri, Senin (5/2) mengakui mulai kebingungan menyelamatkan tanaman padi karena curah hujan yang sangat minim. Terlebih air hujan yang dinanti juga tak memberi pengaruh besar guna menyelamatkan tanaman padi mereka.
“Rusaknya saluran irigasi Kalimisu, sehingga aliran air ke persawahan di Kecamatan Sinjai Timur tidak lagi mencukupi,” jelas M Jufri
Jufri berharap, Pemkab melakukan perbaikan irigasi yang rusak telebih kini memasuki musim tanam.
“Kami berharap kepada Pemkab segera melakukan perbaikan, sebab kondisi persawahan masih ditanam padi sehingga padi butuh banyak air agar tidak terancam gagal panen,”harapnya.
Kabid Tanaman Pangan dan Holticultura, H Kamaruddin, menjelaskan irigasi Kalimisu bukan kewenangan Pemkab melainkan Pemprov Sulsel.
“Sudah kami sampaikan ke Provinsi, semoga tahun ini ada perbaikan,”jelasnya. (din/C)
