MAROS, BKM — Setelah meluncurkan program one district one commodity atau satu kecamatan satu komoditas, Bupati Maros HM Hatta Rahman mengevaluasi program yang sudah berjalan dua tahun ini.
Hal ini diungkapkan Hatta usai pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Simbang, Selasa (6/2/2018).
Hatta mengatakan, setelah berjalan hampir dua tahun program ini belum berjalan maksimal sehingga diperlukan upaya dan solusi agar program ini bisa berhasil.
“Kita evaluasi memang kecamatan belum maksimal, ada beberapa permasalahan terutama persoalan bibit yang tidak tersedia. Karena kecamatan sulit memperoleh bibit sehingga programnya tidak berjalan maksimal,” papar Hatta.
Karena itu lanjut Hatta, jika pembibitan bisa diproduksi di Maros maka masalah sulit mendapat bibit akan teratasi.
Diharapkan balai pembibitan yang berada di kecamatan Simbang dapat mensuplai 40 persen bibit untuk mendukung program ini.
“Balai pembibitan ini milik pusat tapi lahannya milik Pemkab Maros. Kita berharap dari sini 40 persen bibit dihasilkan untun Maros. Sehingga tidak adanya bibit bukan lagi masalah,” beber Hatta.
Usai pembukaan Musrenbang kecamatan Simbang, Hatta menyempatkan mengunjungi balai pembibitan di kecamatan Simbang untuk melihat ketersediaan bibit untuk program ini.
“Kalau untun komoditas padi dan jagung sudah berjalan maksimal tapi buah-buahan belum. Kita berharap buah-buahan seperti coppeng (jamblang-red) bisa dikembangkan bukannya anggur meski dari bentuk memang mirip,” bebernya.
Kunjungan Hatta ke balai pembibitan ini juga bersama ketua DPRD Maros AS Chaidir Syam, ketua komisi II Patarai Amir, Amirullah Nur, Salman Sanusi, Fitriani, Hasmin Badoa dan Muh Amin.(Ari)