LUWU, BKM — Bupati Luwu Andi Mudzakkar memberi apresiasi mendalam kepada semua pihak atas di rayakannya hari jadi Belopa ke 12 Tahun. Menurut Cakka selama 12 tahun pasca pemekaran Luwu Raya dan Kabupaten Luwu bergeser ke Belopa sebagai Ibu Kota Pusat pemerintahan dari Kota Palopo, maka wajah Belopa sudah banyak berubah dan mengalami kemajuan di berbagai sektor ekonomi
Tingkat pembangunan infrastruktur maju pesat di Belopa, berbagai kantor perbankan sudah membuka cabangnya, perputaran uang masyarakat di sektor perdagangan dan ekonomi kerakyatan terus merangkak maju, Belopa kini berubah wajahnya. ”Saya berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif ” ujar kata Cakka, Jumat (9/2)
HUT Kota Belopa ke-12 dirangkaikan berbagai kegiatan, termasuk ritual adat Mapaccekke Wanua Kamis (8/2) hingga Jumat (9/2) .
Pemangku adat memimpin acara pengambilan air suci di sebuah sumur yang disebut Bubung Parani. Menurut tradisi masyarakat Luwu, setiap rumpun keluarga besar masing-masing memiliki Bubung Parani atau yang dikenal dengan sebutan Turungeng atau sumber air suci.
Air suci ini pula yang digunakan oleh masyarakat adat zaman dulu pada setiap acara upacara adat berlangsung. “Air adalah simbol kebersihan karena air adalah sarana untuk membersihkan segala noda, air juga merupakan kebutuhan paling fital bagi kehidupan setiap mahluk hidup dan juga menjadi simbol kesejahteraan,” ujar Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja.
Air suci yang kemudian diambil (ri lekke) melalui sebuah ritual adat kemudian diarak dengan Sinrangngeng Lakko (usungan adat) diatas pangkuan seorang gadis remaja yang belum aqil balik sebagai simbol kesucian. Dalam perjalanan atau pengarakan air, gadis remaja duduk diatas usungan adat dikawal oleh beberapa anak muda yang disebut Palluru Gau hingga ke Baruga Arung Senga. (wan/C)