Site icon Berita Kota Makassar

Politisi Perempuan PKB Siap Bertarung

MAKASSAR, BKM–Pengurus sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat maju di Pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatangdi. Ketua Perempuan Bangsa akan maju lewat dapil A untuk DPRD Sulsel sedangkan sekretaris Perempuan Bangsa akan maju lewat Dapil B.
Semangat dan optimis siap bekerja dan berjuang keras untuk menang diPileg mendatang, “Kalau mau hasil yang baik ayo kita kerja mulai dari sekarang,”ujar Bonita Latief selaku ketua Perempuan Bangsa PKB Sulsel.
Sekretaris Perempuan Bangsa Muslimah Amri juga mengajak. “Ayomi sama-samaki,”jelas Muslimah sembari mengajak seluruh pengurus dan kader untuk bekerja dari sekarang ketika berbincang diwarung Sop Lidah Lamuru yang terletak dijalan Rusa, kota Makassar, Jumat (9/2).
Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan membuka pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) serentak se-Indonesia di mulai 19 Februari pekan depan. Wakil Ketua Umum DPP PPP, HM Amir Uskara di warkop Sija Panakkukang Makassar, Kamis (8/2) mengemukakan bila pendaftaran Bacaleg dibuka untuk semua tingkatan seperti Bacaleg DPRD kabupaten/kota, Provinsi dan DPR RI. “Pendaftaran dibuka secara online, supaya mengantisipasi adanya pengurus yang memblok figur yang ingin maju. Tetapi tetap kita buka di seluruh Sekretariat PPP dimasing-masing daerah,” ujar Amir.
Anggota DPR RI ini menambahkan, partainya menyiapkan kouta 40 persen bagi eksternal yang ingin maju di Pemilu 2019 melalui partai berlogo Kakba, dengan syarat harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PPP.
“Jujur saja, PPP kekurangan kader profesional di parlemen, makanya kami memberikan kuota 40 persen kader ekternal yang ingin menjadi Caleg di PPP, supaya kita memiliki orang di parlemen yang betul-betul menguasai bidangnya.” pungkas mantan ketua DPW PPP Sulsel ini.
Adapun Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mengkau tetap memperispakan quota 30 persen untuk caleg perempuan. Hal tersbeut disampaikan Kahfi saat mengahiri temu kader PAN se Sulsel di Hotel Remcy, Jumat (9/2). Menurutnya, sulitnya memenuhi kuota 30 persen perempuan di parlemen. Olehnya perlu ada afirmative action untuk mewujudkan keterlibatan perempuan dalam panggung politik secara total. “Keterpilihan perempuan masih sangat rendah, dibanding caleg laki-laki. Sehingga bagi saya perempuan tidak perlu ikut dalam pencalegan , namun dibuatkan jalur khusus untuk bisa duduk di DPR,”unkapnya.

Exit mobile version