MAKALE, BKM — Ratusan bidan, perawat, analis laboratorium, dan tenaga kesehatan lainnya RS Lakipadada Tana Toraja menuntut insentif.
Pasalnya, saat pertemuan dengan Direktur dr Safari Mangopo, dan Ketua Badan Pengawas Semuel Tande Bura dan Sekkab Tana Toraja, Jumat (9/2) di Aula RS Lakipadada, 165 perawat dan bidan mengultimatum manajemen terkait tuntutan mereka.
Jika 3×24 jam tidak ada solusi penyelesaian, para bidan dan perawat mengancam akan menggelar demo besar-besaran.
Juru bicara perawat dan bidan Jens Tangkelembang sangat menyesalkan mutasi 11 tenaga senior ke Puskesmas seperti Rahmawati dan Obed Bassang. Apalagi keduanya memiliki kontribusi besar pada akreditasi sehingga RS Lakipadada meraih predikat bintang empat.
”Seharusnya diberi reword bukan malah dimutasi,” jelasnya.
Insentif kepada doker spesialis Rp.7.500.000, dan dokter umum Rp 3.000.000 perbulan sangat tidak adil. Sebab perawat dan bidan bersentuhan langsung dengan pasien tidak mendapatkan apa-apa.
Ketua Dewan Pengawas RS Lakipadada Semuel Tande Bura, menegaskan mutasi kepada 11 tenaga senior Surat Keputusan (SK) diteken bupati atas usulan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). (gus/C).
Ratusan Perawat-Bidan Tuntut Insentif
