HAL berbeda terhadap bakal calon gubernur Nurdin Abdullah (NA) yang didemo oleh warga Bantaeng di gedung DPRD Sulsel, Jumat (9/2). Puluhan warga asal Bantaeng menuntut agar NA yang tak lain adalah bupati segera menyelesaikan janjinya untuk membayar tunggakan serta pembayaran lahan ganti rugi atas pembangunan smelter didaerah Butta Toa.
Kelompok massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat Bantaeng menuntut NA karena dinilai ingkar janji.
“Kami menilai Bupati Nurdin Abdullah telah melakukan pembohongan kepada masyarakat Bantaeng. Katanya kerja nyata, itu hanya omong kosong belaka,” kata koordinator aksi, Adhi Puto Palaza.
Ia menilai hampir puluhan tahun NA memimpin Kabupaten Bantaeng. Namun, tak ada bukti riil hanya melakukan jual beli perusahaan kepada pihak asing yakni perusahaan Jepang.
Lanjut dia Bantaeng yang dipimpin NA masih menyimpan luka mendalam bagi warganya. Salah satu problem lahan Smalter juga pabrik nikel yang berada dalam kawasan industri Bantaeng.
Selain itu juga sejak tahun 2015 sampai sekarang. PT Pusaka Jaya Luhur Abadi (Puja) dan PT Titan Mineral Utama merupakan investor negara asing dari Cina. “Lahan warga belum dibayar. Karna ada pihak ketiga yang mengelola. Berkali kali masyarakat menagih janji kepada investor asing tersebut namun selalu tidak ada penyelesaian,” pungkasnya.
Aksi tersebut diterima Andi Marsuki Wadeng dan HA Kadir Halid. Kedua legislator Golkar ini berjanji akan meneruskan kepimpinan dewan. (rif)
Warga Bantaeng Demo NA di DPRD Sulsel

Nurdin Abdullah