TAKALAR, BKM–Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Takalar yang sejatinya dihelat, Minggu (18/2) akhirnya diundur oleh panitia penjaringan. Panitia mengeluarkan surat penundaan Musorkablub.
Pengunduran Musorkablub membuat dua nama yang sebelumnya telah mengantongi rekomendasi Cabang Olahraga (cabor) masing masing, Muhammad Rasul dan H Chalik Suang terpaksa akan kembali melakukan perburuan rekomendasi, agar bisa kembali bersaing sebagai bakal calon Ketua KONI Takalar.
“Musorkablub KONI Takalar dengan berbagai alasan terpaksa diundur. Ini dilakukan setelah Plt Ketua KONI Takalar mengeluarkan surat pengunduran momentum musda,” Kata Ketua Panitia Penjaringan, Muhammad Ilham.
Selain dua nama tersebut yang telah melakukan prakondisi, satu nama lain yang disebut sebagai kuda hitam mulai santer diperbincangkan element masyarakat Takalar untuk maju mengambil alih pucuk pimpinan KONI periode 2018 – 2021. Dia adalah Ketua KBPPP Kabupaten, Muhammad Yusuf Karma.
“Kami menilai kakanda Yusuf Karma sangat layak memimpin KONI Takalar. Beliau sosok pekerja keras serta sangat memahami seluk beluk bidang olah raga,” kata Aljazair Daeng Raja, salah seorang Tokoh Pemuda Takalar, Minggu (18/2).
Hal senada diungkapkan mantan altet sepak bola Takalar, Haeruddin Nyau. Menurutnya, Muhammad Yusuf Karma mampu menjadi pemimpin sekaligus mediator membesarkan olah raga di Takalar.
“Beliau (Yusuf Karma) patut diperhitungkan, ketika maju bertarung sebagai calon Ketua KONI. Selain pekerja keras, beliau memiliki kemampuan dan managerial yang mumpuni. Saya sepakat Ketua KBPPP maju menjadi balon Ketua KONI,” tukas Haeruddin N. (ari irawan)