MAKASSAR, BKM — Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), menyatakan komitmen untuk membangun provinsi ini tanpa melupakan hak-hak perempuan.
Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu menaruh atensi besar terhadap upaya pembangunan berkelanjutan terhadap isu perempuan dan anak.
Komitmen tersebut terinsipirasi atas keteladanan sejumlah aktivis perempuan dalam memperjuangkan emansipasi dan perbaikan nasib perempuan.
Tanpa mengecilkan kiprah aktivis perempuan lain, NH menuturkan kekagumannya pada tiga figur yakni Zohra A Baso, Kristina dan Prof Sugirawati.
“Kiprah perjuangan aktivis perempuan harus didukung karena itu untuk kebaikan. NH-Aziz sangat peduli dan memiliki komitmen terkait itu. Saya banyak belajar dan melihat keteladanan dari beberapa aktivis perempuan senior,” kata NH usai menandatangani kontrak politik dengan aktivis perempuan di Rumah Pemenangan NH-Aziz, Minggu (18/2/2018).
Zohra Andi Baso misalnya, NH mengungkapkan merupakan teladan aktivis dan pembela hak-hak perempuan di Indonesia.
Almarhumah bahkan tidak sebatas memperjuangkan isu perempuan, tapi juga lingkungan dan anti-korupsi. Begitu pula dengan Kristina dan Prof Sugirawati yang sangat militan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.
“Kita semua harus banyak belajar dan meneladani pemikiran dan sikap beliau (Zohra Andi Baso). Meski telah tiada, jejak perjuangannya terekam dalam sanubari warga. Beliau merupaka tokoh pejuang nasional penegak kebenaran, khususnya untuk hak-hak perempuan untuk kehidupan yang lebih baik,” terang mantan Ketua PSSI itu.
Lebih jauh, NH menuturkan kontrak politik yang dibangunnya bersama aktivis perempuan pada hari ini berisi terkait komitmen membangun Sulsel perihal isu perempuan, anak dan disabilitas.
Calon gubernur nomor urut satu itu meminta aktivis perempuan menyetor rancangan program yang pro-perempuan untuk diselaraskan dengan program NH-Aziz sebagai bentuk tindak lanjut.
Perwakilan dari LBH APIK, Lusia Palulungan, banyak isu perempuan yang harus dituntaskan melalui kebijakan pemerintah provinsi.
Untuk itulah, pihaknya mendorong kandidat, termasuk NH-Aziz untuk ikut merumuskan visi misi isu perempuan, anak dan disabilitas.
“Kami banyak menemukan masalah, misalnya untuk kesehatan, perkawinan anak, kekerasan terhadap perempuan yang belum ada pergubnya sampai sekarang, perdagangan anak yang juga marak di Sulsel,” pungkasnya. (**)