MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar bersama dengan Satpol PP Kota Makassar dalam waktu dekat turun melakukan razia pelajar yang bolos di warung internet (warnet).
Razia pelajar yang akan dilakukan untuk menghilangkan perilaku menyimpang terhadap anak yang menghabiskan waktu dengan bermain game online di warnet. Akibatnya selain jarang pulang ke rumah, aktifitas belajarnya di sekolah tentu sangat terganggu.
“Perlu ada solusi menghilangkan candu bermain game online secara berlebihan pada anak. Sebab jika hal ini dibiarkan dapat berdampak buruk pada anak. Segera saya rekomendasi ke Satpol PP Kota Makassar dan pihak terkait lain untuk turun melakukan razia pelajar bolos di warnet. Dan mengimbau pemilik warnet tidak menerima pelajar masuk di jam sekolah,” kata Kepala DPPPA Kota Makassar, Tenri A Palallo, Minggu (18/2).
Adanya anak sekolah dasar (SD) yang diminta langsung orang tuanya untuk dibina dan rehabilitasi kecanduan bermain game anaknya, menurut Tenri menjadi sebuah indikasi adanya anak-anak lain kecanduan bermain game online secara berlebihan. Inipun menjadi perhatian serius di DPPPA Kota Makassar.
“Sudah satu minggu anak inisial SY berada di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk kami bina dan direhab. Orang tuanya sendiri yang minta karena biasanya anaknya satu sampai dua hari tidak pulang-pulang ke rumah dan hanya tinggal di warnet main game,” ujarnya.
DPPPA Kota Makassar berpesan kepada masyarakat dan khususnya orang tua untuk menjaga dan memperhatikan anak-anaknya setiap aktifitas dan pergaulan anak yang baik. Program Jagai Anak ta juga akan terus diperkuat guna memberikan pemahaman ke masyarakat tentang cara bijak menjaga anak-anak. (arf)
DPPPA Minta Razia Pelajar Bolos di Warnet
