Site icon Berita Kota Makassar

Pembangunan IPAL Losari Telan Anggaran Rp49.9 M

MAKASSAR, BKM– Di tahun 2018, Kota Makassar akan merancang pembangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di Losari yang menelan anggaran sebesar Rp49.9 miliar.

Apalagi, diketahui produksi limbah hasil produksi rumah tangga, usaha jasaboga, perhotelan dan rumah sakit rata-rata mengarah pembuangannya ke Pantai Losari.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar, Mustagfir Sabri mengatakan, pembagunan IPAL di Losari sangat dibutuhkan. Apalagi sampai saat ini seluruh pembuangan limbah menjurus ke Losari sehingga kondisi air laut menjadi mati.
“Sebelumnya memang di Losari belum ada IPALnya, baru tahun ini dianggarakan. Bagusnya nanti terkelola secara berpusat, jadi seluruh IPAL di Kota Makassar berpusat ke air laut , memang semua itu butuh biaya,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Senin (19/2).
Selain itu Legislator Fraksi Hanura menuturkan, banyaknya limbah yang dihasilkan tidak bisa dideteksi sebab belum banyak yang memiliki IPAL, sedangkan banyaknya bangunan dan jasa usaha berdiri di Losari semuanya membuang limbah di laut.
“Banyak hal, karena menyangkut masalah tatanan pengelolaan lingkungan. IPAL disitu kan bagaimana dikelola air limbah, sehingga limbah yang kelaur nantinya itu dianggap sudah tidak berbahaya yang bisa mencemari air laut dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Ia berharap agar Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan lelang tender untuk pembangunan IPAL di Losari. Namun yang menjadi permasalahan saat ini, lokasi yang akan dibangun IPAL tersebut belum sepenuhnya dibebaskan oleh Pemerintah Kota Makassar. Bahkan masih ada sekitar 1 Ha yang merupakan tanah hibah dari pengembang PT GMTD belum dibebaskan.
“Memang banyak hal-hal yang mesti dipersiapkan dalam mengerjakan pembagunan IPAL di Losari. Itukan ipal di Losari langsung membuang saja ke laut tanpa ada proses. Jadi nanti IPAL nya dalam bentuk instalasi pengelolaan air limbah, juga termaksud soal pembebasan lahan untuk pembangunan itu,” bebernya.
Adapun menyangkut soal proyeknya dan bagaimana teknisnya, jelas Moses panggilan akrab Mustagfir Sabri, dewan serahkan ke PU untuk segera mengerjakan hal tersebut.
Hal yang sama juga disampaikan Amar Bustanul, anggota Pansus Ranperda Pengelolaan air limbah DPRD Kota Makassar. Menurutnya, pihaknya tetap optimis pembangunan IPAL di Kelurahan Maccini Sombala tepatnya di Losari itu segera dilaksanakan.
“Kita akan desak Pemkot Makassar untuk segera membangun IPAL di Losari, karena jika tak diselesaikan maka proyek bisa saja molor. Tapi kita sih tetap optimis agar proyek tersebut segera terbangun, “terangnya. (ita)

Exit mobile version