PANGKEP, BKM — Dinas statistik Pangkep menyelenggarakan bimbingan teknis (Bintek) pencacah di ruang pola lantai 2 kantor bupati Pangkep, baru -baru ini. Bintek tersebut dibuka langsung Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid dan dihadiri para kepala OPD, staf shli dan camat. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan dokumen pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan Rumah Tangga Miskin (RTM).
Bimbingan teknis ini diikuti sekitar 206 petugas pencacah yang terdiri dari staf setiap desa/kelurahan dan tenaga penyuluh dari beberapa SKPD antara lain dari dinas pertanian, perikanan, ketahanan pangan, sosial, dan penyuluh KB.
Kepala Dinas Statistik Pangkep, Andi Hermien, melaporkan, bimbingan teknis ini menggunakan anggaran APBD 2018 melalui dinas statistik. Bintek akan berlangsung dalam dua gelombang. Setiap gelombang terdiri dari tiga kelas.
Bintek bertujuan melakukan pendataan tentang pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan. ”Pendataan akan dilakukan melalui dua tahap, yaitu musyawarah desa/kelurahan (Musdes/Muskel) dengan menggunakan data TNP2K yang sudah ada di desa/kelurahan. Pada tahap kedua akan dilakukan pendataan terhadap RTM hasil musyawarah untuk mengidentifikasi kebutuhan dan intervensi pemberdayaan yang efektif bagi RTM,” kata Andi Hermien .
Dasar acuan dari pendataan ini terfokus pada konsep rumahtangga BPS. Bukan konsep keluarga. Sehingga memungkinkan satu rumahtangga memiliki lebih dari satu keluarga.
Ditambahkan mantan Kabag organisasi ini, dalam dokumen hasil pendataan RTM akan diserahkan dari pencacah desa/kelurahan kepada dinas statistik untuk diolah, terlebih dahulu harus melalui persetujuan camat.
Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, saat membuka bimbingan teknis ini, mengingatkan upaya apapun yang dilakukan tanpa didukung data yang baik, tidak akan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.
”Belum terlambat menyelesaikan masalah. Paling tidak mengurangi kemiskinan yang akan dilakukan sampai level desa/kelurahan,” tandas Syamsuddin.
Mantan ketua DPRD Pangkep, mengungkapkan, pendataan yang dilakukan nantinya sangat urgen. Itulah sebabnya, hasil dari pencacahan ini tidak boleh main-main. Karenanya, data yang dihasilkan dari lapangan harus akurat. (udi/mir/c)