Site icon Berita Kota Makassar

Senator Beda Dukungan di Pilgub

MAKASSAR, BKM–Empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulsel beda sikap soal dukungannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 27 Juni mendatang. Saat ini ada empat anggota DPD RI atau senator masing-masing Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Ajip Padindang, Bahar Ngitung dan Iqbal Parewangi.
Abd Aziz Qahhar yang maju di Pilgub berpasangan dengan Nurdin Halid (NH-Aziz) tentu akan mengerahkan seluruh konstituennya pada Pileg 2014 dan 2009 lalu. Adapun Obama-panggilan akrab Bahar Ngitung sudah diplot menjadi ketua tim pemenangan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Sementara Ajip Padindang mengaku tetap netral di Pilgub. Meski netral, namun mantan Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini menegaskan bila dirinya tetap kader Partai Golkar. Adapun Iqbal Parewangi dikenal sebagai politisi yang sangat dekat dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua partai ini menjadi pengusung pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).
Terkait dukungan Ajip Padindang di Pilgub Sulsel, mantan wakil ketua DPD I Golkar Sulsel ini mengaku selalu memposisikan diri pada keadaan netral, tapi untuk jaringan keteman-teman didaerah mebas memilih, tergantung kondisi masing-masing daerah. “Meskipun saya tidak lagi distruktur kepengurusan partai, saya tetap kader Golkar,”ujar Ajip Padindang.
Kemarin,Senin (19/2) keempat senator bertemu di Warkop Sija Boulevard Panakkukang. Pertemuan tersebut juga sekaligus buat Aziz untuk pamit karena maju di Pilgub Sulsel.
Soal perbedaan Aziz dengan kawan-kawannya sesama senator, anggota DPD RI tiga periode ini mengatakan jika adanya perbedaan itu hal yang wajar, namun persahabatan tidak ada batasnya dan tidak boleh dipisahkan. “Dari dari awal kita bedah kontekswen, namun pada saat berada di Senayan kita tidak ada kles sedikitpun. Dan sekarang kami komitmen persahabatan harus jalan,” tutunya.
Hal sama dikemukakan Obama bahwa persabatan dengan senator lainnya akan tetap jalan walau itu terdapat perbedaan.
“Orang makassar memiliki filosopi berbedaan tidak akan menggagu persabatan dan kami berempat dari awal tidak memiliki masalah walau perbedaan ada,” katanya. (rif)

Exit mobile version