MAKASSAR, BKM–Dukungan Hanura di Pilgub Sulsel Juni mendatang tidak akan berubah, meski partai bentukan Wiranto dilanda dualisme kepengurusan. Konflik antara kubu Oesman Sapta Odang (OSO) melawan kubu Marsekal Daryatmo dan Sarifuddin Sudding, sama sekali tidak mengubah soliditas Hanura untuk mendukung dan memenangkan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz ).
Sarifuddin Sudding menjelaskan dukungan kepada NH-Aziz telah diterbitkan sebelum adanya perpecahan di tubuh Hanura. Partai nomor urut 13 itu bahkan telah menyetor berkas dukungan resmi untuk pasangan nasionalis-religius ke KPU Sulsel. Jadi, tidak mungkin lagi untuk mengubah atau mengalihkan dukungan kepada pasangan calon lain.
“Kalau di Sulsel, dukungan kita solid ya. Dukungan kan sudah dikeluarkan sebelum adanya masalah (konflik), tidak mungkin lagi diubah,” kata Sudding.
Sedari awal, dukungan Hanura pada Pilgub Sulsel memang hanya ditujukan untuk NH-Aziz. Dalam berbagai kesempatan, pengurus dan kader Hanura selalu menghadiri kegiatan pasangan nomor urut 1. Misalnya saat deklarasi dan penetapan kandidat. Hanura juga mengundang NH-Aziz pada berbagai kegiatan partai, seperti saat rapat koordinasi sekaligus konsolidasi.
Soliditas dukungan Hanura kepada NH-Aziz juga tidak lepas berkat kedekatan NH dengan para elite partai di jajaran pusat. Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu diketahui memiliki hubungan baik dengan dua kubu elite Hanura yang bersiteru. Baik itu OSO maupun Marsekal Daryatomo dan Sarifuddin, NH memang dikenal cukup akrab.
Soal dukungan Hanura kepada kandidat di daerah lain, Sarifuddin tidak menampik ada yang berubah. Tapi, untuk di Sulsel, kembali ditegaskannya solid untuk mendukung dan memenangkan NH-Aziz. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung duet tokoh nasional tersebut. Toh, NH-Aziz pula yang memiliki program terbaik untuk mensejahterakan Sulsel.
“Kalau di Sulsel, ya saya yakin Hanura solid (untuk mendukung dan memenangkan NH-Aziz),” pungkasnya. (nug/rif)
Hanura tetap Solid di Pilgub Meski Dualisme
