MAMUJU, BKM — Program peningkatan produksi jagung dan kedelei di Sulbar menunjukkan hasil menggembirakan. Pada saat ini, Provinsi Sulbar menempati peringkat kedua sebagai produsen jagung terbesar setelah Provinsi Gorontalo.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Provinsi Sulbar, Ir H Hamzah saat ditemui BKM di ruang kerjanya, Selasa (20/2). Dikatakan, pengembangan tanaman jagung di Sulbar sudah dilakukan sejak tahun 2012.
”Dalam pengembangan tanaman jagung ini, dilakukan kerjasama antara petani, dinas terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar dan pemerintah kabupaten se wilayah Sulbar. Langkah ini telah kami lakukan di seluruh wilayah potensi lahan yang ada di Sulbar,” kata Hamzah.
Dijelaskan, untuk program nasional yang telah dilaksanakan Pemprov Sulbar untuk pengembangan dan peningkatan produktivitas pada tanaman jagung di Sulbar. ”Kami memberikan bantuan bibit jagung dan melakukan kontrol pada setiap petani yang mengembangkan tanaman jagung. Kami juga melibatkan pihak kabupaten untuk bekerjasama dengan provinsi dalam hal pembinaan kepada setiap petani,” tambahnya.
Pengembangan tanaman jagung di wilayah Provinsi Sulbar telah menunjukkan hasil menggembirakan. Ini terlihat pada jumlah produksi pada setiap panen yang telah dicapai sangatlah meningkat.
”Pada tahun 2017 lalu, jumlah produksi jagung di Sulbar mencapai 400 ton. Jumlah ini naik sekitar 200 persen jika dibandingkan jumlah produksi ditahun 2015. Peningkatan jumlah produksi ini telah ikut memberi ruang bagi Provinsi Sulbar dalam memberikan andil pada angka ekspor,” ujarnya.
Keberhasilan dalam meningkatkan produksi jagung ini telah mendapat respon positif dari pemerintah pusat. ”Sulbar telah melakukan perubahan besar terhadap peningkatan produktivitas tanaman jagung setelah NTB dan Gorontalo. Provinsi Sulbar lah yang tercepat dalam melakukan perubahan pada pola pengembangan sektor pertanian khususnya tanaman jagung. Dan itu bisa dilihat pada angka pencapaiannya. Begitu yang disampaikan pihak kementerian kepada pihak Pemprov Sulbar,” jelas Hamzah.
Keberhasilan yang dicapai ditahun 2017 setidaknya menjadi bahan bagi dinas pertanian Provinsi Sulbar untuk lebih meningkatkan jumlah produksi tanaman jagung ditahun 2018. ”Kami akan melakukan kerjasama dengan pemilik lahan, yakni masyarakat petani untuk pengembangan tanaman jagung. Kami juga telah membantu bibit jagung berkualitas kepada kelompok petani, yakni bibit nusantara dan bibit pioner,” terangnya. (ala/mir/c)
Sulbar Peringkat Kedua Penghasil Jagung
