BARRU, BKM–Bupati Barru Suardi Saleh tak kuasa menahan rasa haru saat memberikan sambutan dihadapan Gubernur Sulsel Syahrul YL pada peringatan HUT Kabupaten Barru ke 58, Selasa (20/2) di Alun-alun Colliq Pujie. Beberapa kali Suardi berusaha menahan rasa haru disela-sela sambutannya, karena SYL yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Sulsel.
Tidak bisa dibantah jika SYL layak disebut sebagai pemimpin visioner. “Saya sebagai Bupati mewakili masyarakat Barru turut mendoakan SYL agar diberikan kesehatan dan umur panjang. Syahrul layak diberikan kesempatan jabatan yang lebih tinggi dari posisinya sebagai Gubernur saat ini.
Suardi ingin membangun Barru dengan menggalang seluruh elemen dalam membangun Kabupaten Barru. 28 juta lebih 2015 menjadi Rp 35 juta lebih pertahun di 2017. Berbagai program seperti pelayanan kesehatan, peningkatan mutu pendidikan. Jumlah proyek yang diresmikan SYL hari ini Rp 345 milyar. SYL tersanjung disebut pemimpin visioner sebagai peraih 247 penghargaan. Suardi terisak saat mengiringi sambutannya melepas masa akhir jabatan SYL. Bupati mendoakan agar Syahrul diberikan posisi yang lebih tinggi, ” kata Suardi dengan nada haru.
Gubernur SYL kembali membalas dengan kesedihan. Saya laki-laki Bugis Makassar. Sungguh lengkap ke laki-lakian setelah saya berada di daerah. “Laki-laki saya menjadi sempurna saat hadir disini,” ujar SYL dengan suara serak
Tanpa teks SYL juga tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. SYL kembali melanjutkan sambutannya dengan kata-kata memuji kemajuan yang telah dicapai Kabupaten Barru. Semua ini tercapai karena masyarakat Barru selalu kompak antara pemerintah dengan rakyatnya. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mampu menghadirkan kesejahteraan rakyat. Awal saya memimpin Sulsel, capaian hasil pertanian dari hasil beras masih 960 ton.”Tetapi sekarang kami capai 2,6 juta ton padi over stok,” pungkasnya .
Kehadiran proyek kereta api merupakan peradaban baru dalam pembangunan transportasi. Jadi wajar kalau banggaki dengan adanya kereta api, sehingga jagaki ini proyek kereta api. “Jika ada orang yang tidak senang dengan keberhasilan, maka orang tidak suka kalau kita bekerja secara maksimal,” terangnya. (udi)