DI KALANGAN pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, hanya sebagian kecil yang memiliki hobi olahraga ekstrem yang memacu adrenalin. Misalnya berkendara motor trail. Sebab, tidak mudah untuk melakoninya. Dibutuhkan keberanian dan nyali besar menjajal kondisi medan yang terjal.
Laporan: Arif Alqadri
HOBI mengendarai motor trail di medan sulit sudah sejak lama disukai Muhammad Zuhur. Bahkan ketika ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain senang motor trail, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Protokol Pemkot Makassar ini pernah juga menjajal balap jalanan resmi dengan ikut di event-event road race.
Dalam pengisahannya, suami Angelia Rosamery ini menceritakan awal mula kecintaannya dengan balapan motor. Saat itu ia memiliki motor Yamaha F1Z. Motor pemberian orang tuanya tersebut kemudian ia permak. Khususnya pada bagian mesin. Dirinya termotivasi untuk memiliki motor yang bisa melaju kencang, agar bisa ikut event road race dan menjadi seorang pebalap.
Keinginannya itu akhirnya terwujud. Setelah menunggu cukup lama, ia kemudian memasukkan motornya di bengkel untuk mendapat sentuhan racing.
Untuk merealisasikan keinginannya itu, Zuhur terlebih dahulu harus menabung sedikit demi sedikit uang jajan yang diberikan orang tuanya.
“Jadi sejak kecil memang saya sudah suka balap motor. Karena punya motor F1Z, saya biasa ikut event road race. Setelah ada Kawasaki KLX 150 CC, baru saya rasakan sensasi adventure,” jelasnya.
Di bagian lain kisahnya, Zuhur mengenang masa lalunya. Ketika sering ikut balapan, aktifitasnya di sekolah terganggu. Kerap dua hingga tiga hari lamanya, pria kelahiran Ujung Pandang 14 Maret 1982 ini bolos sekolah. Semuanya ikut road race, baik dalam maupun luar kota. Salah satunya yang tak pernah dilewatkan adalah road race di Jalan Riburane, Makassar.
“Setelah saya ditahu sering ikut balapan road race di Gowa, sampai di rumah saya diminta berhenti. Motorku kemudian disimpan. Di situlah saya mulai tinggalkan road race dan kembali fokus ke sekolah. Untuk motor trail baru beberapa tahun terakhir saya jalani. Sekarang sudah punya dua motor adventure dengan CC yang sama,” tambahnya.
Setelah bergabung di dalam Komunitas Balaikota Trail Adventure (Batrav), Zuhur mengaku sering mendapat hiburan. Setiap Sabtu, ia bersama teman-teman Batrav melakukan adventure mencari medan-medan baru di luar kota.
“Di komunitas Batrav tidak ada jarak antara pejabat, pegawai honor, PNS, pegawai swasta sampai mahasiswa. Semuamya sama, dan harus menjaga kekompakan serta solidaritas bersama anggota,” kuncinya. (*/rus)
