MAKASSAR, BKM– Kian hari kondisi jalanan di jalan Nasional kian memprihatinkan. Hal ini juga memicu perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta segera diselesaikan.
Wakil Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Sangkala Saddiko mengatakan, lubang di ruas jalan nasional dalam kota semakin banyak dan mengkhawatirkan. Sejumlah pengguna jalan sempat terjatuh akibat lubang.
“Kerusakan tersebut semakin parah dari hari ke hari tanpa perhatian serius dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XIII. Akibatnya, kerusakan ini kerap menyebabkan kemacetan karena pengendara harus menghindari lubang tersebut,” ungkapnya saat di gedung paripurna DPRD makassar, jumat (23/2).
Selain itu, Legislator Fraksi PAN ini menambahkan, banyak masyarakat yang sudah resah dengan kondisi jalan nasional yang tak terurus. “Kita minta jalan nasional ini segera ditangani,” ujarnya.
Beberapa ruas jalan nasional yang kondisinya rusak,Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sultan Alauddin, dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Berdasarkan pantauan, kerusakan terbanyak di Jalan Perintis dan Sultan Alauddin. Diameter lubangnya cukup dalam tentu ini membahayakan pengguna motor yang melintas, terutama laju cepat. Karena itulah, ia mengimbau ada perhatian terhadap kerusakan jalan tersebut agar tak menimbulkan korban jiwa.
Dikonfirmasi terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) III Makassar Metro BBPJN XIII, Malik, mengatakan akan segera melakukan penambalan jalanan dengan anggaran pemeliharaan yang telah disiapkan Rp1,5 miliar di tahun 2018. “Kita akan segera lakukan penambalan. Insyaallah tahun ini, ” ucapnya.
Dari anggaran R 1,5 miliar tersebut juga terbagi atas pemeliharaan dan pengaspalan ulang dengan estimasi anggaran peruas sebanyak Rp200 juta sampai Rp300 juta. Sebab pengerjaan perbaikan hanya difokuskan untuk penambalan ruas dan pengaspalan bagian jalan yang rusak.
“Belum ada rencana untuk pengaspalan ulang secara keseluruhan, makanya setiap tahun tidak banyak diaspal ulang. Terpotong-potong. Kita hanya fokus di bagian jalan yang rusak saja,” ujarnya.
Untuk sekarang pihaknya fokus membenahi ruas di wilayah Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan AP Pettarani. Soalnya, dua ruas itu dinilai paling banyak yang rusak dan berlubang. “Memang sedikit anggarannya kalau pemeliharaan. Makanya tidak pernah ada pengaspalan total,”katanya. (ita)
Dewan Minta Perbaikan Jalan Nasional Dipercepat
