Site icon Berita Kota Makassar

Warga Bontolerung Swadaya Bangun Jalan Tani

GOWA, BKM — Masyarakat Desa Bontolerung, kecamatan Tinggimoncong, kabupaten Gowa secara swadaya membangun jalan tani dilingkungannya.
Sebesar Rp175 juta dana terkumpul hasil swadaya murni masyarakat setempat.
Dari kumpulan dana ini, warga Bontolerung dapat membangun dua titik jalan tani sepanjang 9 Km.
Gotong royong warga desa membangun desanya ini tidak terlepas dari peranan pemerintah setempat yakni Lurah Bontolerung, Silviana Lestasi bersama Dekretaris Lurah, Naba.
Aksi yang diperlihatkan warga yang bermukim di antara lereng-lereng gunung dan perbukitan ini membuat salut Camat Tinggimoncong,  Andry Mauritz.
“Saya sangat mengapresiasi swadaya masyarakat khususnya membuat jalan tani. Mereka dapat membuka jalan sebanyak dua titik dengan panjang keseluruhan yakni 9 km. Pembiayaan dua titik jalan tani ini kurang lebih 175 juta rupiah dan itu murni swadaya mereka. Alhamdulillah,” kata Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz kepada BKM, Minggu (25/2/2018).
Awal disampaikan warga kepadanya bahwa akan dilakukan pembuatan jalan tani, Andry mengaku ragu.
“Pertama disampaikan, saya tidak yakin bisa, dan ternyata masyarakat mau dan ikhlas melakukannya,” ungkap Andry.
Andry salut dan bangga terhadap warganya di Bontolerung ini bertambah saat warga setempat juga menyampaikan akan membeli mobil Ambulance secara swadaya.
Adanya keinginan membeli mobil Ambulance ini menurut warga disebabkan kendaraan ini sangat vital dibutuhkan warga yang jauh dari kota, apabila ada warga yang sakit dan butuh pertolongan segera dibawa ke Puskesmas atau ke rumah sakit.
Camat Andry juga mengapresiasi kepemimpinan Lurah Bontolerung, Silviana Lestari bersama Sekretaris Lurah, Naba.
“Saya juga memberikan apresiasi kepada lurah dan seklur yang telah mampu menyemangati warganya untuk membudayakan gotong royong dalam membangun wilayahnya. Semoga warga di desa dan kelurahan lainnya juga berbuat sama,” terang camat.
Terpisah Lurah Bontolerung, Silviana Lestari, mengatakan, jalan tani yang dibangun warganya ini menghubungkan tiga lingkungan yakni Lingkungan Topidi,  Panaikang dan Biroro.
“Untuk dua titik jalan tani sepanjang kurang lebih 9 Km ini, dibiayai sekitar Rp 175 juta hasil swadaya warga,” jelas lurah. (saribulan)

Exit mobile version