SIDRAP, BKM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan tidak ikut bersama rombongan Kementerian dan Direksi PLN ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Kamis, (1/3).
Mereka yang hadir hanya Kepala Biro Perencanaan ESDM, Agus Cahyono Adi, Staf Khusus Menteri ESDM, Hadi M Djuraid, Staf Ahli Menteri ESDM, Agus Pambagyo, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda.
Selain itu, hadir pula Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief, dan ADC Wakil Ketua KPK, Jamil Ali. Rombonga tiba sekira pukul 09.30 wita dan langsung melihat progres proyek PLTB senilai 150 U$ Dollar itu.
Dari pantauan, PLTB terbesar di Indonesia dengan kapasitas 75 Megawat (MW) di Kabupaten Sidrap sebentar lagi dinikmati oleh masyarakat.
Kini PT UPC Sidrap Bayu Energi sebagai pengembang PLTB masih melakukan proses pengaliran listrik ke jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Senior Project Developer PT UPC Renewables Indonesia, Niko Priyambada mengatakan, hingga saat ini sudah ada 23 turbin yang sudah berfungsi dengan kapasitas 56 MW yang tadinya baru 17 turbin.
Pihak PLN Sulselbar saat ini juga telah campur tangan untuk pengoperasionalnya. Para teknisi PLN juga sudah mulai belajar mengoperasikan Turbin-turbin yang sudah ready tersebut.
“Artinya masih ada 7 turbin lagi yang siap dioperasikan 2 hingga 3 minggu kedepan, dengan total keseluruhan 30 turbin dengan kapasitas 75 MW,” kata Niko.
Dengan begitu, kata Niko mengklaim bahwa pada 23 Maret 2018 mendatang sudah bisa menjadi acuan bagi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan peresmian PLTB Sidrap yang berlokasi di pebukitan Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu. (ady)