MAKASSAR, BKM–Untuk pertama kalinya, Rektor Universitas Hasanuddin akan dipilih dan ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas. Acara Pemilihan Rektor Unhas Periode 2018 – 2022 akan dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Majelis Wali Amanat, yang direncanakan berlangsung pada hari Kamis, (1/3) hari ini, pukul 11.00 di Ruang Rapat Senat, Lantai Dua Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea.
Ishaq Rahman, Kepala Unit Humas dan Protokoler
Universitas Hasanuddin mengatakan, pemilihan rektor ini merupakan momentum bersejarah bagi Unhas, karena inilah untuk pertama kalinya rektor akan dipilih oleh MWA, sesuai mandat yang ditetapkan dalam Statuta Unhas sebagai PTN Badan Hukum.
“Rapat Terbuka Luar Biasa akan dilaksanakan dalam dua tahap. Pada pukul 11.00 sampai 13.00, akan didengarkan pendalaman dari visi dan misi masing-masing Calon Rektor. Setelah itu, Majelis Wali Amanat yang berjumlah 18 orang akan melakukan Rapat Tertutup untuk membahas mekanisme pemilihan,” kata Ishaq.
Ishaq menambahkan, Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor (P2R) telah menyiapkan dua skenario, yaitu skenario musyawarah mufakat (aklamasi) dan skenario pemungutan suara.
Jika MWA menyepakati untuk melakukan musyawarah mufakat (aklamasi), maka Rapat Terbuka akan dilanjutkan untuk membacakan hasil keputusan mengenai Rektor Terpilih yang disepakati berdasarkan hasil musyawarah MWA.
Namun jika Rapat Tertutup MWA menyepakati untuk dilakukan pemungutan suara, maka Rapat Terbuka akan dilanjutkan dengan proses pemilihan dan penghitungan suara.
Sebagaimana diketahui, Senat Akademik Unhas telah memilih tiga orang Calon Rektor Unhas Periode 2018 – 2022, yaitu (berdasarkan urutan alfabet), Prof Abrar Saleng, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Dr Muhammad Ramli.
Ketiga calon rektor akan memaparkan visi dan misi dihadapan Majelis Wali Amanat dan undangan lainnya. Acara pemaparan visi dan misi ini bersifat terbuka untuk undangan.
P2R telah mengirimkan undangan kepada seluruh anggota MWA, termasuk kepada M. Jusuf Kalla (dalam kapasitas sebagai Ketua Ikatan Alumni Unhas), yang juga merupakan Wakil Presiden RI. Menurut informasi yang diterima oleh P2R, hingga saat ini Jusuf Kalla masih melakukan lawatan ke luar negeri, sehingga kehadirannya belum dapat dikonfirmasi.
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang juga merupakan anggota MWA akan diwakilkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ristekdikti, Prof Ainun Naim.
Setelah proses pemilihan, pelantikan juga akan dilaksanakan oleh Majelis Wali Amanat, yang direncanakan berlangsung pada bulan April 2018.
Terkait kehadiran Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla yang juga merupakan Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas), Ishaq menambahkan, hasil informasi yang didapatkan dan diterima oleh P2R, hingga saat ini HM Jusuf Kalla masih melakukan lawatan ke luar negeri, sehingga kehadirannya belum dapat dikonfirmasi apakah bakal hadir atau tidak.
“Itu informasi yang kita dapatkan, jadi belum pasti apakah hadir atau tidak. Karena beliau masih dalam perjalanan luar negeri,” ungkapnya.
Ketidakhadiran JK juga dapat mengurangi suara yang bisa saja diperoleh adik ipar Jusuf Kalla ini, yang juga merupakan salah satu calon kandidat rektor Unhas, Prof Dwia Aries Pulubuhu. Sebab diketahui sebelumnya pemilihan rektor akan ada 16 suara MWA saja tersisa dari 19 anggota MWA, namun jika Jusuf Kalla berhalangan hadir maka tersisa 15 suara saja.
Empat suara akan hilang yaitu Ketua Senat Akademik, Tahir Kasnawi, Prof Dwia Aries Tina, Ketua BEM Universitas Unhas dan Jusuf Kalla.(ita)
