Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Dorong SKP Mamuju Jalin Sinergitas

MAMUJU, BKM — Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Ismail Zainuddin mengakui, keberadaan Stasiun Karantina Pertanian (SKP) kelas II Mamuju sangat penting. Namun kurang bersinergi dengan pemerintah daerah.
Untuk itu, ia meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur terkait lainnya agar mendorong segala kegiatan yang dilakukan pihak SKP. ”Betapa pentingnya karantina ini. Hanya sayang, belum sinergi dengan pemerintah daerah. Terutama dengan sektor terkait. Melalui kesempatan ini, kita sinergikan dan cari persamaan titik simpul. Sehingga dibutuhkan support dari kita agar mereka bisa bergerak lebih baik,” ungkap Ismail saat membuka rapat strategis yang diselenggarakan SKP kelas II Mamuju di ruang rapat lantai 3 kantor gubernur Sulbar, Selasa (27/2).
Ismail juga menyampaikan apresiasinya kepada SKP kelas II Mamuju yang melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengusung tema meningkatkan sinergitas dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Untuk membangun sinergitas dengan SKP, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memfasilitasi dengan menyediakan tempat dalam rangka menindaklanjuti pertemuan tersebut. Ia pun berharap, kegiatan yang dilakukan itu bukan hanya retorika. Namun dapat menghasilkan poin-poin yang mampu disepakati.
Kepala SKP kelas II Mamuju, Akhmad Alfarabi, mengatakan, dalam rangka mendorong peran serta masyarakat khususnya masyarakat Sulbar, maka perlu dilakukan sinergitas dengan instansi terkait yang ada. Salah satunya dengan Pemerintah Provinsi Sulbar.
Menyinggung tupoksi SKP kelas II Mamuju, ia menyampaikan, SKP memiliki tupoksi dalam mencegah masuk, tersebar dan keluarnya hama penyakit hewan, tumbuhan dari dan ke wilayah Provinsi Sulawesi Barat.
”Karantina bukan hanya urusan cegah tangkal hama penyakit, namaun dewasa ini karantina punya peran lebih dalam perdagangan bebas,” terang Akhmad.
Lebih jauh Ia menjelaskan, dengan tingginya perdagangan bebas dan globalisasi saat ini, membawa dampak negatif yang lain seperti munculnya bioterorisme. ”Bioterorisme ini merupakan senjata yang ampuh untuk menghancurkan suatu negara tanpa perang menggunakan senjata api dan sebagainya. Cukup memasukkan hama dan penyakit dari suatu negara ke negara lain dengan memanfaatkan virus,” bebernya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan, Khaeruddin Anas, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulbar, Teguh, kepala UPT instansi vertikal, dinas pertanian se Provinsi Sulbar serta undangan lainnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version