MAKASSAR, BKM–Proyek pengerjaan pemancangan tiang dermaga korido di Biak, Provinsi Papua kini terbengkalai. Pelaksana kegiatan dari perusahaan Tobe Indah (salah satu perusahaan di bawah naungan PT Nur Jaya) menghentikan kegiatan tersebut tampa alasan yang jelas.
Salah satu pekerja dermaga asal Makassar, Sainal kepada BKM mengaku sangat menyayangkan sikap perusahaan.
“Aih dihentikanki pekerjaannya pak. Jangangkan hasil kegiatan. Gaji atau upah para pekerja saja tidak dibayarkan. Kami selaku pekerja berhak mendapatkan hak kami selama bekerja. Banyak pekerja yang tidak dibayarkan upahnya. Pihak perusahaan hanya janji janji dan upah yang dijanjikan untuk dibayarkan tidak seauai dengan pekerjaan. Di sana kkita juga lembur, bagaimanami itu. Upah harian saja tidak dibayarkan,”keluhnya. Sainal mengaku, ia mulai berangkat ke Biak 27 November 2017 hingga bekerja selama 52 hari.
“Kami harap upah kami bisa dibayarkan. Soal pekerjaan, pihak perusahaan yang menghentikan. Kami hanya menuntut hasil keringat selama bekerja,”kata Saenal.
Salah satu mandor yang enggan menyebut namanya mengaku, kalau pihak perusahaan selalu melakukan tindakan seperti ini.
“Banyak pekerja yang mengeluh soal pengupahan di bawah naungan perusahaan Nur Jaya. Soal upah yang belum dibayarkan sudah berulang kali juga saya dijanjikan,”katanya.
Sementara Pimpinan PT Nur Jaya, Johanis yang dikonfirmasi BKM, membenarkan adanya pekerjaan dermaga korido yang belum rampung. “Kalau soal pembayaran upah tentu akan dibayarkan sesuai laporan staf lapangan. Kalau ada pekerja yang tidak dibayarkan datang ke kantor, “katanya.
Informasi yang dihimpun, rekanan yang mengerjakan proyek dikenal sebagai seorang pengusaha yang kerap mengerjakan proyek dermaga di berbagai wilayah di Sulsel dan Kawasan Timur Indonesia. Saat ini, proyek dermaga Benteng di Kabupaten Selayar juga dalam sorotan, lantaran diduga tidak sesuai bestek. Proyek tersebut kini dalam sorotan sejumlah aktivis antikorupsi di Sulsel. Mereka meminta aparat penegak hukum untuk mengusut proyek tersebut. (ucu)