PAREPARE,BKM– Komandan Korem 142 Tatag Sulselbar, Kolonel infanteri Taufiq Shobri ngopi bareng bersama insan media di warkop Teras Empang, Kota Parepare, Kamis (1/3).
Taufiq menyampaikan kepada wartawan bahwa netralitas TNI adalah harga mati, jika ada oknum anggota TNI tidak netral atau terlibat praktek politik praktis maka siap menerima reziko sanksi berat adalah pemecatan. Itu sering disampaikan secara internal anggotanya melalu safari pilkada di kabupaten dan kota wilayah kerja korem 142 Tatag.
Taufig menegaskan dalam penjelasan UU bahwa prajurit dilarang ikut berkampanye atau mendukung salah satu kandidat pada pesta pilkada srrentak sekarang ini.
“Jadi tugas kita selaku TNI hanya untuk mengamankan tapi dengan radius yang ditentukan, tetapi tetap kordinasi dengan polisi,”jelasnya.
Ditegaskan lagi Taufiq bahwa jika terbukti melanggar bagi anggota TNI maka sanksinya pecat, bahkan tidak boleh ada bendera tertentu berupa bendera parpol yang ada dilokasi kediaman anggota TNI. “jadi saya minta kepada masyarakat dan wartwan jika ada anggota TNI terlibat laporkan ke kami, kami bertindak tegas dan langsung kita beri sanksi oemecatan jika sudah terbukti bersalah,”tegasnya.
Lanjut, Taufiq, bilamana ada masyarakat berpakaian baju kaos TNI dengan sengaja pasang bendera parpol, maka perlu disampaikan karena masyarakat tidak paham jika pakai baju loreng TNI dilarang berpolitik.
Tetapi jika ada anggota yang mau berpolitik atau turun langsung berpolitik maka ada aturanya yaitu harus mundur jadi anggota TNI,”kalau ada anggota mau terjung berpolitik silahkan tapi harus mundur jadi anggota TNI,”jelasnya. (smr)