DIHUBUNGI secara terpisah, sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju bersaing di bursa pilpres, memberi tanggapan beragam. Anis Matta misalnya. Dengan tegas itu menyatakan kesiapannya untuk maju. Bahkan Anis dalam alat sosialisasinya yang sudah terpampang di berbagai titik, bukan sebagai cawapres, melainkan calon presiden.
Atas naiat Anis untuk maju pi Pilpres, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk gurunya di pesantren dulu. Hal itu terungkap saat Anis silaturahmi dengan gurunya di Pesantren Darul Aman Makassar, Minggu (4/3).
Menurut pendiri Pesantren Darul Aman Abdul Djalil, kapasitas yang dimiliki Anis Matta layak untuk jadi presiden. “Anis sangat layak jadi presiden. Sejak masuk pesantren bakatnya terus terasah,” kata Abdul Djalil.
Dia mengaku tahu banyak tentang Anis Matta, karena dirinya adalah guru yang menempa kepribadiannya sejak usia remaja di pesantren. “Orangnya cerdas dan punya semangat juang tinggi,” lanjut Abdul Djalil yang juga ayah dari politisi PKS Makassar Iqbal Djalil.
Kedatangan Anis Matta disambut ratusan santri Darul Aman. “Sangat bangga mempunyai senior seperti Pak Anis Matta,” kata Ridwan, salah seorang santri.
Anis meminta doa agar dimudahkan segala urusannya. “Mohon doanya, semoga semua berjalan lancar,” kata Anis Matta.
Adapun nama Andi Amran Sulaiman tetap digadang-gadang sebagai cawapres Joko Widodo. “Beliau tentu memenuhi kriteria. Sebab sebagai menteri pertanian yang diberi tugas berat mengawal swasembada pangan, tentunya menjadi pertimbangan sendiri oleh Presiden Jokowi,” ujar Mulyadi Prayitno, orang dekat Amran, kemarin.
Mulyadi yang juga Ketua Seknas Jokowi di Sulsel menilai, sosok Amran Sulaeman bukan hanya pekerja keras. Tapi juga memiliki integritas dan loyalitas. “Inilah kriteria utama yang mungkin tak dimiliki oleh calon lainnya. Hanya Menteri Amran Sulaiman yang memiliki kriteria teruji kerja keras, integritas dan loyalitas pada negara dan presiden juga tentunya,” ucap Mulyadi.
Sebelumnya, DPP Partai Nasdem memasukkan nama SYL dalam salah satu calon pendamping Jokowi di pilpres nanti. Hanya saja, SYL yang dimintai tanggapannya soal peluang itu mengaku bersedia mendampingi Jokowi tapi bukan sebagai cawapres. “Saya bersedia mendampingi, tapi bukan sebagai cawapres,” ujarnya.
Adapun menteri Sosial Idrus Marham dan OSO yang dihubungi Minggu kemarin belum memberikan tanggapan sedikitpun.
Sementara Abraham Samad, mengaku sedang ada rapat ketika dihubungi. ”Sebentar. Saya masih rapat,” katanya singkat. Namun setelah dihubungi kembali, ia belum menjawab. (mat-rhm/rus)
Anis Layak Presiden, SYL Bukan Cawapres
