TAKALAR, BKM–Setelah pencopotan dilakukan kepada staf aparat desa, kepala dusun, imam desa dan imam kelurahan , kini giliran Security Rumah Sakit H. Padjonga Daeng Nggalle yang mengalami hal serupa. Sebanyak 11 tenaga security diberhentikan tanpa alasan yang jelas.
Tidak terima dengan pemberhentian itu, sejumlah security mendatangi DPRD Takalar guna mengadukan nasib mereka.
” Kami mendatangi anggota DPRD Takalar terkait pencopotan yang dilakukan managemen rumah sakit. Katanya atas perintah Bupati Takalar,” kata Abdul Rasyid, salah seorang security, Senin (5/3). Mereka menilai pemberhentian itu dilakukan secara manusiawi.
“Kami sudah bekerja puluhan tahun, tetapi tanpa alasan yang jelas kami dicopot, tentu dengan pencopotan ini, kami akan menjadi pengangguran sementara kami juga tulang punggung keluarga,” kata Syarif, Security lainnya.
Indar Jaya anggota DPRD Takalar dari Komisi III akan memanggil secepatnya mungkin pihak rumah sakit Takalar terkait pencopotan 11 tenaga security. “Pihak rumkit harus memberi klarifikasi atas pencopotan security ini,” Kata Indar Jaya.(Ari Irawan)
