Site icon Berita Kota Makassar

Legislator Sulsel Ini Kagumi Komitmen Anti-Dinasti ala NH-Aziz

MAKASSAR, BKM — Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Hanura, Wawan Mattaliu, meyakini masa depan Sulsel akan jauh lebih baik di bawah kepemimpinan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Banyak variabel yang melatari statement legislator fraksi Hanura tersebut. Mulai dari latar belakang NH-Aziz yang merupakan tokoh nasional, keberpihakan pada rakyat kecil melalui program pro-kampung hingga komitmen anti-korupsi dan anti-dinasti.

Menurut Wawan, NH-Aziz merupakan tempat menitip masa depan Sulsel yang lebih cerah. Bukan hanya bagi rakyat kecil, tapi juga para sepuh dan tokoh berpengaruh Sulsel.

Sebut saja mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam dan mantan Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim.

Kedua tokoh tersebut bersedia meluangkan waktu mendampingi NH-Aziz dalam berbagai kampanye di pelosok daerah. Amin dan Muallim percaya pasangan nasionalis-religius itu yang terbaik buat Sulsel.

“Pak Amin dan Pak Muallim itu sudah tuntas, mereka merupakan tokoh terpandang. Tapi, masih meluangkan waktu menemani NH-Aziz. Itu ya karena NH-Aziz tempat menitip masa depan bagi negeri ini. Memilih NH-Aziz memang bukan sebatas memilih gubernur dan wakil gubernur, tapi memilih masa depan yang baik untuk anak-anak kita,” kata Wawan yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel.

Di mata Wawan, hanyalah NH-Aziz yang memiliki program yang mampu mengatasi berbagai problematika klasik Sulsel.

Di bawah nakhoda pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut, masyarakat Sulsel dipercaya akan lebih maju dan sejahtera.

Pasalnya, pendidikan anak-anak tidak sebatas ditanggung pemerintah, tapi sampai pada perlengkapan sekolahnya. Begitupula dengan akses layanan kesehatan akan lebih merata karena berbasis KTP.

Tidak kalah penting, komitmen anti-korupsi dan anti dinasti ala NH-Aziz. Wawan mengaku kagum dengan kontrak politik pasangan yang dikenal dengan gerakan membangun di kampung.

Salah satu poin dalam kontrak politik itu adalah ikrar tidak melibatkan keluarga dalam pemerintahan, di luar janji tidak terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme.

Nah, komitmen yang diteken dalam kontrak politik di hadapan publik menunjukkan NH-Aziz benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat.

Dari empat kandidat, diketahui ada kandidat yang bertarung dengan latar belakang dinasti politik yang kuat di Sulsel. Menurut Wawan, tidak ada yang salah dengan dinasti politik.

Sepanjang calon itu memiliki kapabilitas yang mumpuni, ia menyebut itu baik. Tapi, baik saja tidak cukup untuk mengakselerasi perekonomian dan pembangunan Sulsel.

“Kita tidak bisa serahkan Sulsel begitu saja ke dalam satu tangan keluarga. Kita butuh orang yang sanggup membuat kita menjadi pemilik Sulsel. Nah, pernyataan terbuka NH-Aziz dalam kontrak politik dengan tidak melibatkan keluarga, itu adalah pernyataan yang akan menyelamatan Susel,” pungkasnya.

“NH-Aziz telah hadir memberikan pendidikan politik dan ini harapan kita, juga alasan kenapa memilih beliau ke depan,” cetusnya. (*)

Exit mobile version