GOWA, BKM — Nurdin Halid (NH), calon Gubernur Sulsel dalam kesempatan konsolidasi tim pemenangannya yang digelar di halaman kantor DPD II Partai Golkar Gowa, Senin (5/3/2018) mewacanakan akan membagi dua Gowa menjadi dua wilayah kerja, namun bukan dimekarkan.
Dihadapan puluhan media, NH mengatakan dalam upayanya nanti ketika dia memenangkan Pilgub 2018 ini maka hal menjadi prioritasnya di Kabupaten Gowa adalah melakukan pengembangan infrastruktur segala sektor termasuk SDM.
Paling prinsipil adalah menjadikan kota Sungguminasa yang saat ini merupakan ibukota Kabupaten Gowa menjadi kota administratif dengan status kotamadya sementara Kabupaten Gowa sendiri akan digesernya ke wilayah dataran tinggi.
“Ini bukan pemekaran tapi saya berupaya melakukan pengembangan dan peningkatan status untuk mempercepat pelayanan ke masyarakat,” ungkap Nurdin Halid.
Menurut Nurdin Halid, ini sebuah ide karena melihat anatomi daerah, Gowa ini merupakan daerah yang berpenduduk terbesar ketiga di Sulsel setelah Kota Makassar dan Kabupaten Bone.
“Sungguminasa harus menjadi penyangga Makassar. Kalau ingin mempercepat pembangunan, maka harus dijadikan Kota. Dengan perubahan status tersebut, juga akan menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat,” tambah Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini.
Diakuinya, kondisi Makassar saat ini sudah sangat sumpek. Bahkan diperkirakannya pada kirun 25 tahun mendatang, Makassar akan menjadi kota yang stagnan. Maka dengan menjadikan Sungguminasa sebagai kotamadya maka akan membuka lapangan kerja yang lebih luas. Makassar tidak lagi menjadi sasaran kaum urban.
“Intinya ini untuk percepatan pembangunan di Gowa. Baik infrastruktur maupun sumber daya manusia,” tambah dia.
Terpisah, Ketua DPD II Partai Golkar Gowa, Hoist Bachtiar mengaku, lebih dari setengah anggota Golkar Gowa meninggalkan partai berlambang beringin tersebut. Kemudian setengah dari yang tinggal itu memilih diam dalam Pilgub. Artinya mereka mau bergolkar tapi tidak mau menerima risiko. Namun meski demikian, Hoist tetap optimis Golkar menang.
“Dengan kekuatan yang tersisa kurang dari 25 persen kami tetap bertekad mempersembahkan hasil maksimal,” urainya.
Nurdin Halid sendiri optimistis mampu meraih suara hingga 40 persen di Gowa meski dengan sisa kekuatan yang ada. “Target kita 20 persen suara tapi kalau program-program kami bisa disosialisasikan dengan baik, meski dengan kekuatan seperti yang dipaparkan pak Hoist kita bisa mengantongi suara hingga 40 persen,” tambah Nurdin Halid. (saribulan)
