MAKASSAR, BKM– Stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar berkurang. Krisisnya ketersediaan dan stock darah disebabkan mimimnya animo masyarakat ingin mendonorkan darah dan tidak seimbang dengan kebutuhan darah yang cukup tinggi.
Keresahan yang kini dialami PMI Kota Makassar diungkap langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal ketika melakukan kunjungan di Kodam XIV Hasanuddin, Senin (5/3).
Ical sapan akrab wali kota yang sekaligus sebagai Ketua PMI Kota Makassar mengatakan, salah satu faktor yang bisa saja mempengaruhi jumlah masyarakat datang dan melakukan donor darah karena belum mengetahui markas besar PMI baru. Jika dulunya markas PMI Kota Makassar bertempat di Jalan Lanto Dg Pasewang, kini berpindah di ke Jalan Kandea.
“Salah satu faktor minat masyarakat menurun untuk ikut mendonor karena sebagian orang belum mengetahui jika markas PMI sudah berpindah. Sewaktu di Jalan Lanto Dg Pasewang selalu ramai ji pendonor datang,” sebut Ical kepada Pangdam VII Wrb, Mayjend TNI Agus Surya Bakti.
Olehnya itu, dalam kunjungan silaturahminya, Ical kembali melaporkan jika markas PMI Makassar telah berpindah. Sehingga semua alktifitas dan kegiatan PMI Makassar sudah dilakukan di Jalan Kandea.
“Pembangunan markas PMI Makassar atas bantuan PMI pusat dan selebihnya dilakukan secara swadaya. Dan berkat bantuan Danramil Bontoala jugalah ahkirnya PMI Makassar sudah bisa menempati markas baru,” katanya.
Menyikapi itu, Pangdam VII Wrb, Mayjend Agus Surya Bakti berjanji akan membantu mencarikan pendonor darah dikalangan personil TNI. Terutama jika PMI Makassar kekurangan stok darah.
“Jika PMI kekurangan stok darah maka pihak TNI siap membantu mendonor darah, hal ini bertujuan agar warga bisa terbantu. Terima kasih juga atas kunjungan Deng Ical, kami merasa senang,” tegasnya. (arf)
PMI Kekurangan Stok Darah
