Site icon Berita Kota Makassar

Asmanto Ajak Warga Jeneponto Tolak Zona Merah

JENEPONTO, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa dan Plt Sekkab Jeneponto, Dr Syafruddin Nurdin bertatap muka dengan pimpinan Organisasi Perangkat daerah (OPD), para camat, lurah, Kades, tokoh masyarakat, dan tokoh agama se Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini digelar di aula Kalabbirang Rujab bupati Jeneponto, Senin (5/3).
Asmanto Baso Lewa mengatakan, dirinya akan bertugas di Jeneponto sekitar empat bulan. Ia merasa seperti pulang kampung. ”Saya punya keluarga di Jeneponto. Di antaranya mantan Camat Bangkala, Amir Sujadi adalah saudara bapak saya,”jelas Asmanto.
Yang perlu diperhatikan, kata Asmanto, adanya pernyataan dari pihak keamanan yang mengatakan pemilihan bupati dan wakil bupati Jeneponto masuk zona merah. ”Makanya, bantu kami menciptakan keamanan dan mempertahankan keadaan yang kondusif ini. Dengan cara tolak zona merah tapi mendukung zona hijau agar diperhitungkan dan menjadi pusat percontohan daerah lain,” katanya.
Untuk mendukung zona hijau, kata Asmanto, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah jelas regulasinya. ”Jangan mau ikut pada politik praktis. Demikian pula Kades dan seluruh perangkatnya untuk tidak terjebak mengkampanyekan salah satu calon. Tapi kedepankan senetral mungkin terhadap semua calon agar tercipta Pilbup yang berkeadilan di Butta Turatea,” pinta Asmanto.
Soal Ekonomi, kata Asmanto, ke depan Kabupaten Jeneponto sangat prospek. Khususnya mengenai ketersediaan listrik. Karena hanya Sidrap dan Jeneponto yang mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Juga, jeneponto dikenal penghasil jagung terbesar di Sulsel. Tapi ekspornya hanya sampai Gorontalo. Ini yang perlu dipikirkan bersama.
Sedangkan Plt Sekkab Jeneponto, Dr Syafruddin Nurdin, mengatakan, maksud dilaksanakannya pertemuan ini adalah untuk bertatap muka antara Plt Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa dengan masyarakat Jeneponto.
”Kita tentu semua mau mendengar masukan serta apa yang perlu diperhatikan dan diperbaiki,” ujar Syafruddin Nurdin. (krk/mir/c)

Exit mobile version