PANGKEP, BKM — Malang nasib Herman alias Lawi (27). Warga Kampung Akkobang, Desa Benteng, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep ini menemui ajal dengan cara yang memilukan. Ia menembak dirinya sendiri.
Peristiwa itu berlangsung pada sebuah gubuk di Kampung Bulukunyi, Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Senin (5/3) pukul 22.15 Wita. Korban meregang nyawa diduga terkena peluru senapan angin tepat di bagian dadanya.
Kejadian berawal ketika korban bersama Andi Baso Tanang (40) selaku pemilik senapan angin bermaksud berburu babi hutan. Selain keduanya, ada tiga orang rekannya yang lain. Masing-masing Rahmat (25), Nawir (35) dan Ardi (20).
Sebelum kejadian, Herman yang baru bekerja sebagai tukang las di tempat usaha milik Andi Baso Tanang, menuju TKP dengan menggunakan sepeda motor. Bersama Andi Baso Tanang, mereka hendak berburu babi hutan di dekat sawah milik Nawir.
Sebelum tiba di lokasi, keduanya singgah di rumah Ardi dan diajak untuk berburu. Ardi kemudian memanggil Rahmat untuk bersama-sama menuju tempat kejadian perkara.
Setelah tiba di rumah milik Nawir, mereka sempat minum teh. Selanjutnya menuju ke gubuk pengintaian yang jaraknya kurang lebih 20 meter dari rumah Nawir.
Andi Baso naik ke gubuk pengintaian, lalu duduk mengambil senapannya yang dibawa oleh Ardi. Kemudian mengganti baterai dan memasukkan peluru. Setelah itu ia menyimpan senapan tersebut di samping kirinya yang berdekatan dengan korban.
Andi Baso kemudian turun dari gubuk pengintaian untuk bergabung dengan rekannya yang lain. Hanya saja ketika itu, menurut versi polisi, korban tinggal sendiri di atas gubuk. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara yang disertai dengan suara korban yang memanggil. ”Tolong bantuka Puang Aso,” begitu permintaan Herman seperti ditirukan rekannya.
Kaget mendengar ada suara letusan dan panggilan korban, akhirnya Andi Baso Tanang langsung naik ke gubuk. Di situ itu ia melihat Herman sudah terbaring sambil memeluk senapan angin. Larasnya mengarah ke dada korban.
Saat itu Andi Baso sempat bertanya, ”Kamu kena peluru?” Dan dijawab oleh korban, ”Mungkin.”
Mendengar hal tersebut, Andi Baso Tanang langsung memeriksa badan korban dan membuka jaket yang dikenakannnya. Tampak darah segar pada bagian dada atas dan luka kecil.
Selang 10 menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia di atas gubuk. Saksi dalam peristiwa ini kemudian menghubungi Polsek Segeri melalui handphone dan melaporkan peristiwa yang terjadi.
Selanjutnya para saksi melakukan evakuasi terhadap korban menuju jalan desa yang dekat dengan pemukiman warga. Caranya, korban dibungkus dengan dua lembar sarung yang dipikul dengan menggunakan batang kayu. Selanjutnya dibawa ke Puskesmas Baring dengan menggunakan ambulans dan dikawal oleh polisi.
Kapolsek Segeri Iptu Agus Mulyanto bersama personelnya datang ke TKP dan bersama-sama mengevakuasi korban. Juga menghubungi tim medis Puskesmas Baring. Piket gabungan fungsi Polres Pangkep mendatangi TKP dan mengamankan para saksi dan barang bukti. Usai pemeriksaan awal di Puskesmas Baring, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Pangkep guna dilakukan visum.
Dihubungi melalui telepon selular, Kapolsek Segeri Iptu Agus Mulyanto mengatakan, kasus ini ditangani Polres Pangkep. Agus menjelaskan jika pemilik senapan angin adalah Andi Baso. Antara Baso dengan korban memiliki hubungan pekerjaan antara bos dan anak buah. Dimana korban baru bekerja sekitar dua minggu sebagai tukang las.
“Senapan angin tersebut merek Air Force (lokal) dengan peluru kaliber 4.5 mm. Berdasarkan hasil visum luar petugas RSUD Pangkep oleh dr Siti Marwah, korban mengalami luka robek pada dada bagian atas dengan ukuran panjang 1/2, lebar 1/2 dan kedalaman 2 cm. Untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban harus dilakukan otopsi,” jelas Agus, kemarin.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, kemarin mengaku telah menerima informasi tentang peristiwa tersebut.
”Korban terkena peluru ketika bersama rekannya hendak berburu babi di hutan dekat sawah. Empat rekan korban dimintai keterangannya sebagai saksi,” ujar Dicky. (udi-ish/rus)
Hendak Berburu Babi, Tewas Tembak Diri Sendiri
