Site icon Berita Kota Makassar

Mulai ‘Belajar’ Jadi Warga Biasa

SEKITAR sebulan lagi, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan mengakhiri masa jabatannya. Satu dekade menjadi orang nomor satu Sulsel, begitu banyak aturan keprotokoleran yang harus diikuti. Termasuk tinggal di rumah jabatan gubernur dengan segala fasilitas yang dipenuhi hingga ke tetek bengeknya.
Sebelum semuanya betul-betul berakhir, sudah sebulan lebih, Syahrul belajar untuk menjadi masyarakat biasa.
Dia mulai membiasakan diri untuk membawa kopernya sendiri saat bepergian ke luar kota.
“Mulai satu bulan ini saya bawah koper sendiri, tas sendiri tidak pakai ajudan lagi. Ternyata berat, selama ini tahunya marah-marah. Saya mulai belajar bersosialisasi, tapi saya senang,” ungkapnya dengan nada bercanda di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (6/3).
Selain itu, bersama keluarganya, sudah sebulan lebih, Syahrul memilih lebih banyak tinggal di rumah pribadinya yang berada di Kompleks Bumi Permata Hijau (BPH), Jalan Sultan Alauddin.
“Saya sudah 25 tahun tinggal di rujab. Saya hampir tidak tahu bagaimana membeli gas sendiri, bayar telepon sendiri. Sekarang ini saya mulai pelan-pelan belajar,” kata Syahrul, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa 6 Maret.
Dan dengan nada bercanda, Syahrul juga mengungkapkan jika dirinya baru jika menggunakan media sosial seperti whatsup itu harus dibayar dengan membeli kuota.
Mantan bupati Gowa ini menyebutkan, selama menjadi aparat negara, terhitung baru sembilan bulan tinggal di rumah pribadi. Selain sebagai kepala atau wakil kepala daerah, SYL pernah menjabat sekwilda, camat, lurah hingga Plt Kepala Desa.
Sebelum, masa jabatannya berakhir di 8 April dia masih mengagendakan beberapa peresmian proyek. Seperti soft launching Masjid 99 Kubah yang ada di kawasan CPI dan beberapa proyek jalan.
“Ada yang diresmikan di era saya, ada juga setelah saya. Yang penting bagus untuk rakyat, katakanlah masjid itu jadi landmark baru di Indonesia. Akan menjadi peninggalan bermakna, ada taman indah sekitar 9 hektare seluas Karebosi,” jelasnya.
Tak hanya itu, Syahrul yang sudah satu dekade memimpin Sulsel berharap jajarannya bisa melakukan transformasi. Tak hanya soal pencapaian data, tapi juga digitalisasi layanan pemerintahan. (rhm)

Exit mobile version