MAKASSAR, BKM–Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel Sarce Bandaso menegaskan bila elektabilitas atau tingkat keterpilihan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) masih teratas dari tiga pasangan lainnya. Menurut Sarce, data dari internal tim dan partai hampir semua daerah kecuali kabupaten Gowa tingkat penerimaan NA-ASS sangat tinggi. “Sampai saat ini kami di PDIP masih melihat elektabilitas Prof Andalan masih teratas,”ujar legislator PDIP Sulsel dua periode ini, Selasa (6/3).
Sarce yang pada Pileg 2019 nanti akan maju ke Senayan lewat dapil Sulsel III mengaku enggan menanggapi hasil survei Indo Survei Strategi (ISS) yang menempatkan pasangan IYL-Cakka diposisi puncak. Hal sama dikemukakan legislator PKS Ariady Arsal. “Soal survei ISS kami tak ingin menanggapinya. Itu hak setiap lembaga,”ujar Ariady kemarin.
Soal hasil survei ISS mendapat tanggapan dari pengamat komunikasi politik Unhas, Dr Iqbal Sultan. Menurut Iqbal Sultan IYL-Cakka mengalami tren positif diakibatkan sistem di pasangan ini bekerja dan dan terus bergerak ke sasaran.
“Di semua lini, dia kelihatan jalan. Yang ingin saya sampaikan bahwa IYL-Cakka memiliki hal yang positif. Apalagi sudah jelas siapa pemilihnya melalui pengumpulan KTP itu. Karena dia kan calon independen,”ujar Iqbal, Selasa (6/3).
Sehingga, kata dia, dukungan itu harus dirawat. Sebab kandidat lain, pasti di sisa waktu yang ada memiliki strategi tersendiri mendongkrak keterpilihannya.
“Kalau tim dan relawannya bekerja secara massif, kelihatannya elektabilitas IYL-Cakka itu terus bertambah. Tidak akan menurun. Minimal stagnan,” ucapnya.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Syahrir Karim mengatakan, tren elektabilitas IYL-Cakka dalam beberapa survei memang mengalami kenaikan.
Menurutnya, kecenderungan mesin politik IYL-Cakka memang bekerja maksimal daripada kandidat lain yang diusung koalisi parpol.
“Ini pertanda bahwa mesin politik pasangan ini bekerja secara maksimal. Harus diakui dibanding kandidat lain,” kata Syahrir. (rif)
