GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berjanji mendorong terbitnya perda terkait kewajiban badan usaha yang beroperasi di Gowa untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Gowa.
“Saat ini edaran tentang itu sudah saya keluarkan. Di anggaran perubahan mendatang perdanya sudah akan kita dorong,” ungkapnya seusai membuka forum konsultasi publik di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (7/3/2018).
Menurut bupati termuda di kawasan timur Indonesia itu, hal ini penting dilakukan karena tingginya bagi hasil pajak yang seharusnya diterima Gowa tapi tidak bisa masuk ke kas daerah, lantaran badan usaha yang beroperasi di daerah ini tak ber-NPWP Gowa.
Data dari Kantor Pajak menyebutkan, bagi hasil dari pajak penghasilan tersebut pada 2017 mencapai Rp 360 miliar. Dengan keluarnya edaran itu, Adnan menargetkan mampu meraup minimal Rp 100 miliar.
Karena itu, pasca keluarnya surat edaran bupati itu, Adnan juga langsung memerintahkan untuk dilakukan pengecekan NPWP bagi perusahaan yang sedang mengajukan izin prinsip dan izin lain.
“Kalau belum silahkan diurus dulu. Masa beroperasinya di Gowa NPWP nya tapi bayar pajaknya di Makassar, bukan Gowa. Kalau sudah ada NPWP induk, silahkan urus NPWP cabangnya. Itu dimungkinkan,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah memanggil pihak KPP Pratama Bantaeng yang membawahi Gowa agar mempermudah prosedur dan mekanisme penerbitan NPWP cabang bagi badan-badan usaha tersebut. ” Saya minta ke KPP Pratama agar prosedur dan menikasme nya tidak terlalu ribet jadi ada kemudahan bagi pembuat NPWP di Gowa,” tambah bupati.
Diantara badan usaha yang diketahui tak ber-NPWP Gowa seperti Fakultas Teknik Unhas yang berada di Bontomarannu, UIN Samata di Samata serta Universitas Patria Artha di Jl Tun Razak. “Semua masih ber-NPWP Makassar dan selama ini mereka masih bayar pajak di Makassar sementara mereka (universitasnya) berdomisili di Gowa. Seharusnya kan mereka bayarnya ke KPP Pratama Bantaeng. (saribulan)
