Site icon Berita Kota Makassar

Perjuangkan Pendidikan dan Kesetaraan Perempuan

JATUH bangun telah dilalui Haslinda Wahab dalam mengembangkan dan membesarkan yayasan yang dikelolanya. Amanah itu diembannya sebagai bakti terhadap almarhum orang tua yang telah merintis kehadiran yayasan tersebut.

Laporan: Ardhita Anggraeni Nur

DI awal mula kehadirannya, Yayasan Babussalam hanya mengelola pendidikan. SMP, SMA dan SMK Wahyu menjadi bagian penting di dalamnya.
Seiring perjalanan waktu, perhatian Haslinda tak sekadar pada dunia pendidikan. Tapi juga mengarah ke bidang lain. Seperti pengelolaan masjid, pasar, koperasi hingga kerajinan tangan.
Selain itu, ia juga berkecimpung di banyak organisasi perempuan. Tak heran jika Haslinda kemudian membentuk organisasi Kelompok Solid Peduli Perempuan (KSPP), dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI). Salah satu tujuannya adalah memperjuangkan kedudukan sosial wanita.
‘”Dari dulu sampai sekarang saya selalu berusaha memperjuangkan pendidikan anak dan kesetaraan perempuan. Pergerakan wanita ini belum mempersoalkan masalah-masalah yang menyangkut politik, sosial dan hukum. Kita harus konsen dulu terhadap perbaikan hidup perempuan saat ini agar tidak lagi ditindas,” ujarnya.
Sebagai seorang srikandi di DPRD Kota Makassar, Haslinda mengaku tidak mudah untuk bisa duduk sebagai wakil rakyat. Berbagai kendala serta hambatan mesti dihadapi dan dilaluinya dalam proses pencalegan di tahun 2009 lalu.
Namun, ia tak ingin satu batu sandungan yang ada di depannya terulang kembali. Ia menganggap satu batu itu menjadi 1.000 penyemangat dirinya untuk melangkah lebih jauh. Hal itu juga Haslinda ajarkan kepada anggota organisasi perempuan yang dipimpinnya, serta anak didiknya di sekolah.
“Kalau berkumpul dengan anak didik, saya selalu bercerita soal itu dengan mereka. Saya ingin menjadi penyemangat bagi mereka untuk maju. Di ibu-ibu organisasi saya juga seperti itu. Makanya, saya biarkan anak saya keluar dari Makassar untuk menuntut ilmu di mana mereka mau,” terangnya.
Haslinda yang hobi membaca kini merintis pemberdayaan bilik ASI (Air Susu Ibu) untuk para perempuan di wilayah Manggala. Hal ini menjadi salah satu konsennya, di saat dirinya masih menjabat sebegai legislator di DPRD Makassar yang meraih 2.859 suara dalam pileg 2009 lalu.
Ada alasan sehingga ia menaruh perhatian terhadap permasalahan ASI. ”Setiap kali reses, saya mendapat banyak keluhan terkait perda ASI. Karena itu saya ingin membangun bilik ASI di sekitar Manggala,” ujarnya.
Meski disibukkan dengan berbagai urusan, masalah pendidikan tetap menjadi prioritas Haslinda. Ia ingin ada pemerataan jumlah guru di sekolah-sekolah.
Di bagian akhir wawancara, Haslinda meminta dukungan penuh dari para guru untuk bersama-sama menjadikan Yayasan Babussalam menjadi yang terbaik dalam kualitas dan fasilitas. Menjadikan anak didik tidak hanya memiliki ilmu, tapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan. “Yang namanya usaha dan ikhtiar, jika tidak saling membantu tentu tidak akan jalan. Makanya, semua pendidik di Yayasan Babussalam harus saling bangun membangun,” kuncinya. (*/rus)

Exit mobile version