MAKASSAR, BKM — Masa jabatan Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur Sulsel tinggal menghitung hari. Di pengujung pengabdiannya dua periode memimpin daerah ini, penghargaan untuk SYL terus mengalir.
Jika pekan lalu ia meraih Astha Brata Madya Utama yang merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), kemarin Syahrul kembali mendapatkan penghargaan.
Kali ini, Syahrul apresiasi datang dari Dinas Pendidikan Sulsel.
Dia dinobatkan sebagai tokoh Panrita.
Penobatan Syahrul dilaksanakan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pendidikan di Hotel Four Point, Rabu (7/3).
Syahrul disejajarkan dengan sejumlah nama besar yang juga dinobatkan sebagai tokoh Panrita. Diantaranya Karaeng Pattingalloang, Jenderal M Yusuf dan La Tadangpare Puang Ri Maggalatung.
Dalam lontara, La Tadangpare Puang Ri Maggalatung adalah seorang ahli pikir di jamannya. Ia juga seorang negarawan, ahli strategi perang, ahli di bidang pertanian dan ahli hukum. Kejujurannya menjalankan pemerintahan, terkenal baik dalam maupun di luar negerinya.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, Syahrul Yasin Limpo dinobatkan sebagai tokoh Panrita, karena pengalaman dan dedikasinya terhadap kemajuan pendidikan di Sulsel. Banyak terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulsel. Diantaranya memelopori pendidikan gratis di Indonesia, memberikan beasiswa S1, S2, hingga S3, dan masih banyak lagi.
“Beliau layak dinobatkan sebagai tokoh Panrita, karena pemikiran-pemikirannya membangun pendidikan di Sulsel. Kami yakin, ini tidak berarti apa-apa kepada beliau. Tapi ini merupakan apresiasi kami kepada beliau, atas dedikasinya membangun pendidikan di Sulsel,” kata Irman.
Disejajarkan dengan tokoh sekelas M Yusuf dan Karaeng Pattingalloang, Syahrul mengatakan itu menjadi kekuatan dan amunisi baginya. Dia mengapresiasi apa yang diberikan Disdik untuk dirinya. Namun ditekankan jika salah satu tugasnya memang meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pendidikan adalah masalah bangsa. Kalau mau negara hancur, abaikan saja pendidikan,” ungkap Syahrul.
Usai menghadiri agenda Rakor OPD Bidang Pendidikan, Syahrul meresmikan kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang baru saja selesai direhabilitasi.
Kendati pengerjaannya terlambat karena harus menyeberang ke tahun 2018, penyelesaian rehab tidak melewati batas waktu perpanjangan yang diisyaratkan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Abdul Azis mengatakan rehabilitasi yang dilakukan menelan anggaran sekitar Rp18 miliar untuk dua unit kantor. Dengan kehadiran gedung baru tersebut, dua dari tiga UPT yang berkantor di luar, sekarang sudah bergabung di area kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. (rhm/rus)
SYL Dinobatkan Sebagai Tokoh Panrita
