PEMILIHAN Gubernur Sulsel pada 2013 lalu, pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (SYL-AAN) yang diusung Partai Golkar, PPP, PAN, PDIP dan PKPI meraih suara 80 persen dari Toraja, sekaligus penentu kemenangan.
Sayang Jilid I dan II menang karena konsep dan visi misinya cocok dengan kondisi di daerha tersebut. Kali ini paslon Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakar yang diusung koalisi Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PKPI memiliki visi tentang pembangunan dari kampung yang identik dengan topografi di wilayah tersebut. “Akankah NH-Aziz meraih suara 80 persen sama ketika paslon sebelumnya sama-sama diusung Partai Golkar,’ujar tokoh pemuda Sangalla Tana Toraja
Ramdan Sampe Toding.
Ramdan mengaku telah melihat visi misi NH-Aziz tentang rencana pembangunan dari kampung ke kota, sangat identik dengan kondisi terkini dan tofografi Tana Toraja dewasa ini. “Kecamatan Simbuang, Mappak dan Batu Alu kecamatan Sangalla Selatan masih memprihatikan infra struktur jalannya. Melalui pembangunan dimulai dari kampung ke kota cocok diterapkan di Tana Toraja. Tidak heran jika masyarakat Toraja kelak memberikan suara signifikan ke pasangan NH-Aziz,”jelas ramdan.
Apalagi menurutnya, NH punya ikatan emosional dengan orang Toraja dari keluarga besar Sampetoding anak dari Fesilitas Tallulembang yang tak lain anggota DPR RI dari Partai Gerindra.
Jika program tersebut tersosialisasikan, menurut Ramdan, tidak tertutup kemungkinan NH-Aziz akan menuai dukungan dari orang Toraja, tampa mengabaikan usaha paslon lain (gus/rif/c).
Pembangunan dari Kampung Identik Tofografi Tana Toraja
