MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar meminta tenaga sukarelawan (TKS) yang ada di kota Makassar khususnya di bidang kesehatan, pendidikan dan kebersihan diangkat menjadi tenaga kontrak.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Abdi Asmara. Ia bahkan akan merekomendasikan ke pemerintah kota untuk segera menerbitkan SK penganggatan terhadap tenaga sukarela yang sudah mengabdikan dirinya bertahun-tahun untuk di angkat menjadi tenaga kontrak.
“Banyak sekali tenaga medis kita di RS Daya itu statusnya sukarela, kan kasian. Begitupun di sekolah-sekolah, tukang gali kubur dan petugas kebersihan, yang seperti ini yang kami dorong untuk segera diangkat statusnya oleh pemkot Makassar,” ungkapnya saat melakukan reses di biringkanaya, Kamis (8/3).
Selain itu, legislator Fraksi Demokrat ini menambahkan,saat ini ada beberapa pegawai honorer di lingkup Pemkot Makassar yang sudah dipecat dan tidak produktif lagi bekerja, dengan situasi seperti itu sehingga dewan mengusulkan tenaga sukarelawan itu dapat menggantikan honorer yang malas.
“Pemkot sudah kurangi 200 lebih honorer dan kontrak yang malas. Mereka lebih baik digantikan dengan tenaga sukarela yang produktif seperti tenaga medis, kebersihan serta guru,” ucapnya.
Begitupun yang dikatakan Iqbal Djalil, legislator Fraksi PKS menyatakan, akan mendorong TKS di Kota Makassar untuk mendapatkan SK tenaga kontrak. Karena pada prinsipnya para perawat, guru, petugas kebersihan sangat membantu kerja-kerja Pemkot Makassar.
“Tenaga pembersih dan penggali kubur UPTD Pemakaman di DLH, perawat, dan guru saya kira beliau-beliau ini pantas diangkat menjadi tenaga kontrak,” bebernya.
Apalagi menurutnya, peran dari TKS ini sangat membantu Pemkot Makassar, dengan gaji seadanya mereka tidak pernah merasa lelah dan mengeluh. Ketimbang gaji tetap masih banyak yang mengeluh terhadap pekerjaanya.
“Saya baru paham bahwa begitu banyak orang yang membuat kota ini terlayani dengan baik. Saya langsung membayangkan bagaimana kalau mereka tidak ada, tidak adami orang yang dirawat, di bersihkan kota ini, dikubur. Ini pekerjaan tidak gampang,” tegasnya.(ita)
Penggali Kubur Diharapkan diangkat Jadi Tenaga Kontrak
