MAKALE, BKM — Sejumlah proyek tahun anggaran 2017 yang tak selesai tepat waktu, membuat pimpinan dan anggota DPRD Tana Toraja sepakat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke proyek ditengarai bermasalah.
Anggota komisi III DPRD Tator Luther Sampe Patasik kepada BKM Jumat (9/3) mengatakan sebelum Kunker terlebih dahulu diakukan rapat dengan sejumlah OPD sebagai bentuk evaluasi asas manfaat pembangunan 2017 guna mendapatkan informasi dan data akurat. Kunker akan dimulai Senin (12/3)
Wilayah Barat 8 kecamatan dikordinir Wakil Ketua Andareas Tadan, Wilayah Tengah 6 kecamatan Wakil Ketua Kendek Rante, serta Wilayah Timur 5 kecamatan ketua DPRD Welem Sambolangi.
Sambung Luther S.Patasik, laporan masyarakat di terima pihak dewan, wajib ditindaklanjuti sebagai wujud dari pungsi pengawasan legislatif tata kelola pemerintahan dan proses pembangunan.
Proyek dalam wilayah kota Makale telah ditinjau anggota dewan ditengarai bermasalah. Selain penataan kolam Makale menghabiskan anggaran Rp 2 milyar lebih, juga proyek ucapan selamat Makale Toraya Maelo di KM 5 Rp 500 juta lebih. Penataan pemukiman di Tondon Mamullu Rp.1 milyar lebih, Ucapan Toraya Maelo di kawasan wisata Burake Rp.280 juta lebih, belum termasuk di wilayah kecamatan. (gus/C).
Dewan Kunker ke Proyek Bermasalah
