Site icon Berita Kota Makassar

Data KPU dan Capil Berbeda, Jubir SEHATI Angkat Bicara

 

SINJAI, BKM–Menanggapi dugaan kecurangan Pilkada serentak 2018 di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Sinjai, tim pemenangan kandidat calon Bupati Sinjai Andi Seto-Andi Kartini (Sehati) angkat bicara.

Indikasi itu menurut Ahmad Marzuki selaku juru Bicara Sehati terlihat dari hasil Daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) di tingkat Desa dan kelurahan .

“Jadi pada tanggal 7 maret lalu sebagaimana undangan Kepala Desa dan Kelurahan bersama panitia pemungutan suara (PPS) dan tim masing-masing kandidat menghadiri rekapitulasi DPHP. Tim kami (Sehati) menemukan keganjilan pada hasil rekapitulasi di tiap Desa kelurahan yang ada di Kecamatan Sinjai Timur, dan Tengah. di Sinjai timur dan tengah di temukan daftar pemilih tambahan sebanyak 4.860, sedangkan pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 7.684, Sementara calon pemilih Non E-ktp di dua kecamatan tersebut, berjumlah 3.361,” ujarnya.

Mamat, sapaan Akrab jubir Sehati itu menambahkan, masih banyaknya data pemilih yang tidak akurat, sehingga berpotensi menghilangkan hak pilih masyarakat, “coba kita bayangkan, jika Daftar pemilih tetap tidak memenuhi sayarat sebanyak 7.684 dan data pemilih non E-Ktp sebanyak 3.361, berarti’kan jumlah yang berpotensi tidak menggunakan hak pilih dari 2 Kecamatan tersebut sebanyak, 11.045 orang,” ungkapnya, Sabtu (10/32018)

Atas kondisi tersebut, Tim Sehati mengeluarkan sejumlah sikap, diantaranya adalah, meminta Penyelenggara Pilkada Serentak 2018 khususnya di Kabupaten Sinjai di setiap tingkatan lebih professional dan memiliki kemampuan teknis administrasi yang baik, meminimalisir terjadinya kesalahan pengisian formulir, menghindarkan diri dari upaya manipulasi dan curang yang berdampak pada kerugian pasangan calon.

“Oleh karena itu, kami (Sehati) meminta kepastian akan sumber data coklit itu kepada pihak penyelenggara, karena disduk capil Sinjai memiliki data yang sangat jauh berbeda dengan data DPHP yang ada saat ini, terkait DPT yang membengkak, DPT TMS dan daftar pemilih sementara (tidak memiliki E-KtP) yang jumlahnya kian bertambah fantastis di dua Kecamatan Tersebut,” cetusnya. (dhidin)

Exit mobile version