Site icon Berita Kota Makassar

Terkait Penemuan Mayat di Bupon, Kapolres Luwu: Penyakit Korban Kambuh saat Tanam Padi

LUWU, BKM — Kapolsek Bupon Polres Luwu IPTU Hasdin dan jajarannya turun langsung keTKP terkait penemuan sesok mayat, Mashuddin (55) warga melurahan Noling kecamatan Bupon sekira pukul 04.00 Wita, Minggu (11/3/2018).

Mayat Mashuddin ditemukan di tengah sawah miliknya.

Kapolsek Bupon, IPTU Hasdi menjelaskan bahwa, korban bersama istrinya Murni (50) ke sawah miliknya untuk menanam padi, namun sekitar pukul 16.30 Wita korban menyuruh istrinya untuk mendahului pulang ke rumah.

Setelah beberapa jam berselang korban belum juga pulang, padahal biasanya sore korban sudah berada di rumah dan melaksanakan salat Maghrib.

Istri korban yang merasa gelisah karena suaminya belum pulang, sehinga pada 18.20 WITA istri korban menyuruh putranya Majdi (28) untuk pergi mencari korban. Namun hingga pukul 21.00 wita Sabtu (10/3/2018) korban belum juga ditemukan.

Pencarian korban dilakukan kembali pada Minggu (11/3) sekira pukul 04.00 wita subuh oleh warga setempat.

“Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi terlentang. Dia masih memegang bibit padi di tengah sawah miliknya dan ditemukan oleh putranya sendiri Majid bersama ditemani warga lainnya, Zainuddin, dan Hardin,” ungkap Kapolsek Bupon Hasdin.

Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso yang di hubungi terkait penemuan mayat Mashuddin di Bupon membenarkan adanya temua sesosok mayat di Bupon.

“Benar ada penemuan mayat di Bupon tepatnya di kelurahan Noling, anggota Polsek Bupon dan tim medis Puskesmas Noling sudah tangani,” kata Kapolres.

“Diduga almarhum meninggal akibat penyakit tekanan darah yang dimiliki, dan diduga kambuh pada saat sedang menanam padi,” tandasnya.

Kapolres menambahkan, hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Noling tidak ditemukan ada bekas luka, atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dia diduga meninggal akibat tekanan yang mengakibatkan pembuluh darah pada leher bagian belakang pecah sehingga mengeluarkan darah dari telinga,” tandas Dwi Santoso.

Atas kejadian tersebut pihak Polsek Bupon melalui Bhabinkamtibmas Keluraham Noling Bripka Arman K mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan atas kejadian tersebut di Mapolsek Bupon.

Namun keluarga korban merasa tidak keberatan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (irwan musa)

Exit mobile version