Site icon Berita Kota Makassar

SYL Bercita-cita Bangun Sekolah PAUD

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) ternyata memiliki keinginan membangun sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Rencananya, ia akan mewujudkannya setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur.
“sebentar lagi saya mengakhiri jabatan ini. Setelah itu saya mau buat PAUD. Pikiran saya mau jadi guru seperti saudara-saudara,” kata SYL ketika berbicara pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan di Hotel Four Points, pekan lalu.
Menurut SYL, masa depan bangsa terletak pada dunia pendidikan. Pendidikan sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Karena hancurnya sebuah bangsa karena pendidikan yang terabaikan.
“Kalau mau hancur, abaikan pendidikan, karena akan membuat rakyat bodoh. Pendidikan bukan masalah gaji atau lapangan kerja. Pendidikan adalah sebuah ibadah dan kemuliaan,” tandas SYL.
Selama menjabat sebagai Gubernur Sulsel, Syahrul memang cukup konsen pada dunia pendidikan. Bahkan di awal masa jabatannya, dia menggagas program pendidikan gratis di seluruh kabupaten/kota dengan skema 40 persen dibiayai Pemprov Sulsel dan 60 persen kabupaten/kota.
Selain itu, Pemprov Sulsel telah memprogramkan beasiswa untuk mahasiswa S1. Di mana setiap tahunnya diberikan kepada sebanyak 22 ribu dengan anggaran Rp22 miliar.
Juga ada pemberian beasiswa kepada mahasiwa S2 dan beasiswa pendoktoran kepada mahasiswa yang disekolahkan ke Jepang, Selandia Baru dan negara-negara lainnya.
Karena keberpihakannya pada dunia pendidikan, Dinas Pendidikan Sulsel bersama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Sulsel, Dewan Pendidikan Sulsel serta organisasi guru di Sulsel, menobatkan Gubernur Sulsel SYL sebagai tokoh Panrita.
Syahrul mengakui pendidikan menjadi masalah strategis yang penting untuk menghadirkan bangsa yang bisa menjawab tantangan dan keutuhan serta kesejahteraan rakyat.
“Merencanakan suatu pendidikan merupakan kewajiban pemerintah dan tokoh pendidik. Kita berharap rapat ini mampu mengakumulasi harapan dan kebutuhan pendidikan hari ini dan besok,” katanya. (rhm/rus)

Exit mobile version