Site icon Berita Kota Makassar

Target habiskan Dua Blok Kupon Retribusi

SEBAGAI petugas komersial di Perusahaan daerah (PD) Parkir Makassar Raya, Mappatunru juga mendapatkan target dari perusahaannya. Ia harus menghabiskan kupon retribusi.

Laporan: JUNI SEWANG

Sebagai tenga kontrak, ia sudah lama dipercayakan bertugas sebagai petugas komersil di perbatasan Gowa-Makassar Jalan Aroepala, atau eks Hertasning Baru.
Sudah dua Direktur Utama (PD) Parkir Makassar Raya berganti dan tetap mengabdikan diri di jalan tersebut.
Menurutnya kepada penulis, sebagai petugas komersial angkutan darat apa saja yang kendaraan yang mengangkut barang diwajibkan membayar retribusi, meskipun itu barang pindahan rumah ataupun tambang galian golongan C.
Dalam tugasnya tak sedikit supir angkutan barang mengabaikan dirinya untuk membayar kontribusi, dikarenakan tidak ada aturan yang mengikat serta tidak ada sanksi dikenakan oleh kendaraan yang tidak membayar retribusi.
“Yang penting dia bawa barang dikasih karcis, karcis Rp5.000. Biasa ada supir yang tidak menghiraukan, merasa diabaikan itu sering terjadi,” ungkap Mappatunru.
Pria kelahiran Makassar 17 Juli 1980 ini, dalam keseharian kerjanya tidak luput dari perkelahian antara dirinya dengan sopir angkutan komersial (barang). Aktivitasnya di mulai pukul 07 pagi hingga pukul 16.30 ditemani rekan kerjanya.
“Aktivitas mulai pukul 07.00 pagi sampai 4.30 sore berdua sama teman. Resiko kerja banyak biasa ditabrak sama kendaraan lalu lalang, biasa berkelahi sama sopir yang tidak mau bayar. Sudah empat tahun saya disini,”katanya.
Ditanya target, Mappatunru mengakui punya target kerja dalam satu hari menghabiskan dua blok kupon retribusi. Dalam satu bloknya Rp465 ribu. Biasa tidak habis dua blok kupon dalam sehari atau hanya 80 lembar saja. Ia juga mengaku masih penganting baru setelah mempersyunting pujaan hatinya yang saat ini sangat mendukung pekerjaannya.
“Masih pengantin baru, istri tahu resiko kerja saya, tapi istri mendukung pekerjaan saya. Dia selalu ingatkan akan resiko pekerjaan saya, kadang harus berada di bawah terik matahari dan hujan untuk selalu menghadang mobil angkutan barang,” kata Mappatunru sembari tersenyum.
Harapannya tentu saja, kinerja kami ini bisa lebih diperhatikan Pemerintah Kota Makassar. Untuk itu pemerintah setidaknya bisa mengangkat kami jadi pegawai tetap, katanya. (jun)

Exit mobile version