Site icon Berita Kota Makassar

Komisi II Nilai Perusda Panrannuangku Tak Inovatif

 

TAKALAR. BKM–Untuk kali kedua, pihak Perusda Panrannuangku dengan Komisi II DPRD Takalar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas serangkaian aktivitas Perusda yang dinilai over confidence.

Rapat dengar pendapat dipimpin langsung Ketua Komisi II, Sulaiman Rate. Sulaiman meminta agar jajaran Perusda Panrannuangku untuk lebih kreatif dan inovatif membangun perusda.

” Takalar ini dikenal sebagai segitiga emas, semua potensi sumber daya alam kita miliki, ini yang harus dikelola dengan baik, jangan main caplok dan mengambil alih usaha pihak lain,” Kata Sulaiman Rate, Selasa (13/3).

Main caplok dan tak inovatif yang dimaksud adalah melakukan penarikan retribusi di sejumlah pasar yang ada di daerah ini.

Sementara itu, Anggota Komisi II lainnya meminta agar revisi peraturan daerah dalam hal penyertaan modal untuk Perusda Panrannuangku segera dilakukan. Hal tersebut diungkap lantaran perusda Panrannuangku yang baru seumur jagung telah menimbulkan kegaduhan.

” Penyertaan modal untuk perusda harus segera direvisi, terlalu banyak kegiatannya yang tak jelas telah dilaksanakan, bahkan tupoksi pihak lain juga dicaplok, ini yang tidak benar,” Tandas Makmur Mustakim, yang juga anggota Komisi II.

Meski rapat dengar pendapat berlangsung alot, namun anggota Komisi II juga menilai Perusda Panrannuangku telah melecehkan DPRD Takalar karena tidak semua direksi perusda hadir mengikuti RDP.

“Husni Tamrin harus dihadirkan dalam rapat selanjutnya, Husni Tamrin selaku salah satu Direksi Perusda yang paling banyak mengetahui seluk beluk perusda,” pungkas Makmur Mustakim. (ari Irawan)

Exit mobile version