MAKASSAR, BKM–Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) menanggapi sejumlah hasil survei yang menempatkannya dirinya di posisi teratas.
Meski hasil survei tersebut diduga dipesan kubu rival, namun IYL memilih tidak jumawa terkait dengan angka-angka tersebut. Alasannya yang menjadi penentu tetap hasil pencoblosan 27 Juni endatang.
“Fokus kita sekarang terus bekerja dan meyakinkan rakyat tentang program-program kita,”ujar IYL, Senin (12/3).
Mantan Bupati Gowa dua periode ini berpasangan dengan Bupati Luwu dua periode, Andi Mudzakkar (Cakka) juga menghimbau tim dan relawannya agar tidak terlena dengan hasil survei, apalagi jumawa.
Seperti diberitakan, lembaga survei Sinergi Data Indornesia (SDI) merilis temuan risetnya di Sulsel, Minggu (11/3).
Hasilnya, IYL-Cakka di posisi teratas dengan elektabilitas sekira 27 persen. Mengungguli tiga rivalnya.
Sebelumnya, Lembaga Survei ISS yang juga bermarkas di Jakarta menempatkan pasangan Punggawa Macakka ini di urutan pertama dengan elektabilitas 24 persen.
Dua lembaga yang mengunggulkan IYL-Cakka ini sama sekali tak punya afiliasi dengan pasangan nomor urut 4 tersebut.
Meski survei SDI menempatkan elektabilitas IYL-Cakka paling teratas, namun disebutkan bila pasangan NH-Aziz yang lebih berpeluang menang. SDI beranggapan lantaran elektoral pasangan NH-Aziz terus meningkat. Terbaru, Lembaga survei SDI menyebut pasangan nomor 1 itu paling berpeluang menang dengan merujuk pada data survei SDI pada 14 hingga 20 Februari 2018, dimana elektabilitas NH-Aziz mengalami tren kenaikan yang signifikan, yakni 24,80 persen. Tak kalah jauh dari pasangan IYL-Cakka yang berada di angka 27,50 persen.
Dengan responden sebanyak 1.000 orang serta margin of eror kurang lebih 3.16 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen menandakan persaingan elektabilitas masih ketat.
“Pasangan yang berpeluang besar menang di Pilgub Sulsel adalah NH-Aziz. Elektabilitas mereka mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tiga pasangan lain,”ujar Direktur SDI Barkah Pattimahu, Minggu (11/3).
Yang menarik, kata Barkah, elektabilitas IYL-Cakka justru mengalami penurunan dibandingkan hasil survei SDI pada Desember 2017 lalu. Dimana saat itu elektabilitas pasangan Independen tersebut mencapai 30,30 persen, sedangkan NH-Azis yang dalam survei sebelumnya hanya 22,30 persen dan naik 24,80 persen.
“Untuk elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mengalami sedikit kenaikan dari 20 persen pada Desember menjadi 21,20 persen dan elektabilitas pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo relatif stabil,”ujarnya.
Sedangkan untuk pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) berada di angka 21,20 persen, kemudian Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo (Agus-TBL) 8,9 persen dengan suara yang belum memutuskan sebesar 17,60 persen.
