Site icon Berita Kota Makassar

Mimpi Syahrul di CoI Terancam Kandas

MAKASSAR, BKM — Banyak mimpi besar Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ingin diwujudkan di kawasan Centre Point of Indonesia (CoI). Dia bercita-cita ingin membangun peradaban baru di kawasan reklamasi tersebut. Bekerja sama dengan Yasmin-Ciputra, kawasan yang sebelumnya merupakan laut, ditimbuni hingga menjadi daratan.
Dari 157 hektare area reklamasi di sana, Pemprov Sulsel mendapat jatah sekitar 50,47 hektare.
Nah, di kawasan itulah Syahrul berharap dibangun berbagai fasilitas maupun sarana dan pra sarana. Saat ini, sudah berdiri satu gedung serba guna yang menjadi bagian dari Wisma Negara. Dan yang sementara digenjot penyelesaiannya adalah Masjid 99 kubah.
Syahrul berharap di areal reklamasi tersebut juga akan hadir ruang terbuka hijau, Coral Centre yang akan menjadi pusat penelitian keilmuan di kawasan ini, rumah sakit stem cell, perpustakaan, museum, rumah sakit lansia, dan sejumlah fasilitas lainnya.
Namun, Syahtul tampaknya tak bisa berharap banyak mimpi tersebut bakal terwujud sepenuhnya. Apalagi saat ini, tugasnya sebagai gubernur sudah berada di pengujung masa jabatan.
Seperti sebelum-sebelumnya, setiap pemimpin pasti punya program sendiri yang ingin diwujudkan. Sangat jarang ditemukan pemimpin yang akan melanjutkan program pemimpin sebelumnya. Apalagi untuk mewujudkan impian tersebut, butuh anggaran yang cukup besar.
Bahkan, untuk membangun gedung serba guna yang jadi bagian dari Wisma Negara di kawasan tersebut, timbul pro kontra saat pembahasan anggaran di DPRD Sulsel.
Namun, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tetap optimistis jika mimpi-mimpinya untuk membangun peradaban baru di kawasan CPI tersebut bisa terwujud. Walaupun dirinya tidak lagi menjadi gubernur.
“Insya Allah tetap akan berjalan. Sepanjang niatnya baik, untuk kepentingan rakyat, pasti akan berjalan, ” ungkapnya di RSUD Labuang Baji, Senin (12/3).
Soal anggaran, dia menganggap itu tak jadi soal. Malah, pihak world bank atau bank dunia saja mau terlibat dalam pembiayaan di sana.
Dia mengaku sangat menyayangkan kalau ada sekelompok orang yang mau menggugat kehadiran CoI tersebut.
Karena rencanya tersebut juga untuk menyelamatkan kawasan tersebut.
“Kalau saya tidak berbuat di sana, mungkin sudah dikuasai orang per orang di sana. Makanya saya sayangkan kalau ada yang menggugatnya, ” jelas Syahrul.
Dia menegaskan, disana nanti ada lokasi yang akan milik rakyat.
“Di sana nanti akan ada air mancur yang bernyanyi, ada masjid yang luar biasa, ada taman ada rumah sakit bahkan untuk play ground ada di sana, ” pungkas Syahrul.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos secara diplomatis mengatakan apapun yang diprogramkan seorang gubernur, baik yang tengah memimpin saat ini, maupun yang akan datang, akan mendapat dukungan. Sepanjang programnya untuk kemaslahatan dan kepentingan masyarakat. Bukan untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
Kalau memang visi dan misinya sesuai dengan arah pembangunan dan untuk kesejahteraan rakyat, itu harus didukung dan dilanjutkan, siapapun gubernurnya. Tanpa melihat kepentingan politik yang ada. DPRD pasti akan melihat substansi proyek tersebut apakah memang layak untuk dilanjutkan atau tidak.
“Kalau untuk kepentingan masyarakat, harus dilanjutkan. Masa mau dibiarkan proyek terbengkalai, ” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version